Tuesday, 14 April 2026
HomeNasionalPelaku Pelecehan Seksual FH UI Disidang Terbuka di Auditorium, Malam Panjang Penuh...

Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Disidang Terbuka di Auditorium, Malam Panjang Penuh Tekanan dan Tuntutan Sanksi

Bogordaily.net – Pelaku pelecehan seksual FH UI- kalimat itu terasa pahit di telinga. Lebih pahit lagi ketika ia bukan sekadar isu, melainkan kenyataan yang dipertontonkan di ruang terbuka kampus.

Di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Senin malam hingga Selasa dini hari (14/4), sebuah “sidang sosial” digelar. Para terduga pelaku berdiri. Disaksikan. Didesak. Dan akhirnya—meminta maaf.

Malam itu bukan malam biasa. Bukan ruang akademik yang penuh teori hukum. Tapi ruang emosi. Ruang kemarahan. Ruang kekecewaan mahasiswa terhadap perilaku teman mereka sendiri.

Satu per satu, pelaku maju. Suaranya pelan. Ada yang terbata. Ada yang mencoba tegar.

“Saya meminta maaf… dan siap mengikuti proses yang dilakukan kampus,” ujar salah satu dari mereka.

Yang lain menyusul. Kalimatnya mirip. Penyesalan diucapkan. Janji tidak mengulangi. Namun, di antara kata-kata itu, ada kegelisahan yang tak bisa disembunyikan.

Pelaku pelecehan seksual FH UI tidak hanya berhadapan dengan korban. Mereka berhadapan dengan publik kampus. Dengan kamera ponsel yang menyiarkan langsung. Dengan tekanan moral yang terasa nyata.

Korban tidak diam. Mereka diberi ruang bertanya. Suasana memanas. Riuh. Emosi pecah. Mahasiswa yang hadir pun ikut bersuara—mendesak kampus bertindak tegas.

Ini bukan sekadar permintaan maaf. Ini soal keadilan.

Kasus ini bermula dari sesuatu yang sering dianggap sepele: percakapan di grup chat. Namun, dari situlah dugaan pelecehan seksual muncul. Nama-nama mahasiswi dibicarakan. Dikomentari. Diduga dengan cara yang tidak pantas.

Lalu tangkapan layar itu tersebar. Viral. Dan semuanya berubah.

Apa yang awalnya tersembunyi, menjadi konsumsi publik.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UI tidak tinggal diam. Mereka bersuara keras. Mengutuk. Menyesalkan.

“Menanggapi terjadinya tindakan kekerasan seksual di lingkup FH UI… kami mengutuk keras segala bentuk tindakan tersebut,” demikian pernyataan resmi mereka.

Pernyataan itu penting. Tapi belum cukup.

Yang ditunggu sekarang adalah tindakan nyata dari kampus.

Karena pelaku pelecehan seksual FH UI bukan hanya soal individu. Ini soal budaya. Soal batas. Soal apakah kampus mampu menjadi ruang aman bagi semua.

Malam itu, para pelaku akhirnya keluar dari auditorium. Dikawal satpam. Tapi persoalan tidak ikut keluar.

Ia tinggal. Menggantung.

Dan publik kampus masih menunggu: apa langkah berikutnya?.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here