Bogordaily.net – Komunitas musik independen ‘Aku Punya Musik’ kembali menggelar event bertajuk ‘Aku Punya Panggung’ vol keempat yang berlangsung di Kanca Coffee, Kota Bogor, Sabtu, 18 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi musisi lokal untuk menampilkan karya mereka ke publik yang lebih luas.
Perwakilan ‘Aku Punya Musik’, Ale, mengatakan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari event sebelumnya yang rutin digelar setiap tahun. Namun, di tahun ini pihaknya mulai meningkatkan intensitas penyelenggaraan.
“Ini adalah event ‘Aku Punya Musik’, tajuknya ‘Aku Punya Panggung’. Ini sudah volume keempat. Dari volume satu sampai tiga kita rutin tiap tahun, tapi tahun ini kita bikin lebih rutin lagi,” ujar Ale.
Ia menjelaskan, konsep utama yang diusung dalam kegiatan ini adalah membawa karya musisi dari ruang personal ke panggung yang lebih besar.
“Kita percaya bahwa semua musisi berhak mendapatkan panggung terbaik. Jadi kita bawa konsep dari kamar ke panggung besar. Karena saya melihat teman-teman kampus yang sudah punya lagu, tapi kesulitan mendapatkan panggung yang besar,” jelasnya.
Menurutnya, banyak karya musisi lokal yang sebenarnya layak untuk didengarkan secara luas, namun terbatas oleh minimnya akses tampil di panggung.
“Makanya kita bikin panggung-panggung ini untuk mereka. Karena sebenarnya lagu mereka itu layak untuk didengarkan secara luas,” tambah Ale.
Selain itu, komunitas ini juga menyiapkan konsep jangka panjang bagi para musisi yang ada di dalamnya.
Ale juga menyebut, pihaknya telah membuka open submission yang mendapat respons positif dari berbagai daerah.
“Kita sudah buka open submission untuk beberapa band, dan responsnya cukup ramai, bahkan sampai Jabodetabek. Nanti akan dikurasi oleh beberapa kurator, di antaranya Gilang Tahu dan Gilang Raihan,” katanya.
Band-band yang lolos kurasi nantinya, akan mendapatkan kesempatan tampil di festival yang digelar oleh komunitas tersebut.
Dalam gelaran ‘Aku Punya Panggung Vol. 4’ kali ini, terdapat enam band yang tampil, yakni Paribastone, The Dusty Rusty, The Empiris, Pineline, Peron, dan Telly Blue.
Tentang ‘Aku Punya Musik’
Ale menambahkan, ‘Aku Punya Musik’ lahir dari keresahan para pelaku musik yang kesulitan mendapatkan panggung, meskipun karya mereka telah dikenal di platform digital.
“Ini gerakan dari saya dan teman-teman untuk bikin komunitas. Sebgai contohnya, teman-teman saya itu musisi, punya lagu, lagunya didengarkan banyak orang di internet, tapi ga yang nggajak mereka manggung. Jadi karena ga ada panggung, kita bikin panggung sendiri,” tegasnya.
Melalui inisiatif ini, ‘Aku Punya Musik’ tidak hanya berperan sebagai komunitas, tetapi juga sebagai media yang mendorong eksistensi musisi lokal agar lebih dikenal publik.(*)
