Bogordaily.net – Ibu solo yang dimaksud suci siapa—pertanyaan itu kini bergaung di banyak sudut percakapan warga Tulungagung.
Ia tidak lagi sekadar bisik-bisik warung kopi. Namanya ikut terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi yang menimpa Bupati Tulungagung, Gatot Sunu Wibowo.
Nama “Ibu Solo” pertama kali mencuat dalam konferensi pers aparat penegak hukum. Tidak banyak penjelasan. Hanya sebutan. Namun justru di situlah rasa penasaran publik tumbuh liar.
Selain sosok itu, muncul pula nama Ibnu. Ia disebut-sebut sebagai makelar kasus. Perannya belum terang. Tapi kabarnya, ia memanfaatkan kedekatan dengan sosok yang disebut “Ibu Solo” untuk membuka jalan—entah proyek, entah aliran uang.
Di tengah kabut itulah, seorang TikToker bernama Suci ikut bersuara. Ia mencoba membuka sedikit tirai misteri. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa “Ibu Solo” bukanlah istri sah sang bupati.
“Istrinya itu seorang guru. Bukan Ibu Solo,” ujarnya.
Pernyataan itu sederhana. Tapi dampaknya besar. Publik mulai menyusun potongan puzzle sendiri.
Ibu solo yang dimaksud suci siapa kemudian berkembang menjadi spekulasi yang semakin luas. Suci memberi petunjuk lain—sosok ini dikenal luas di Tulungagung. Bukan orang sembarangan. Bahkan, menurutnya, orang yang paham “peta kekuatan daerah” pun bisa terkejut mengetahui identitasnya.
“Aku saja sampai melongo,” kata Suci, menggambarkan keterkejutannya.
Ia tidak menyebut nama. Itu yang membuat cerita ini makin panjang. Namun satu hal yang ia tegaskan: sosok tersebut diduga seorang pengusaha.
Di Tulungagung, kategori itu tidak banyak. Justru karena terbatas, lingkaran dugaan menjadi semakin sempit. Warganet pun mulai bermain tebak-tebakan. Ada yang menyebut inisial D. Ada pula yang menyoroti inisial I.
Belum ada konfirmasi. Belum ada kejelasan resmi.
Namun satu hal pasti: rasa ingin tahu publik belum akan padam.
Ibu solo yang dimaksud suci siap kini bukan sekadar pertanyaan. Ia telah menjadi simbol—bagaimana satu nama samar bisa mengguncang ruang publik, memancing spekulasi, dan menyeret banyak pihak ke dalam pusaran perhatian.
Kasusnya sendiri masih berjalan. Polisi masih mendalami. Dan seperti biasa, di negeri ini, sering kali yang samar justru lebih cepat viral daripada yang pasti.***
