Saturday, 25 April 2026
HomeKulinerBerburu Wisata Kuliner Malam di Bogor, Ini Daftar Tempat Makan Favorit yang...

Berburu Wisata Kuliner Malam di Bogor, Ini Daftar Tempat Makan Favorit yang Wajib Dicoba

Bogordaily.net – Wisata kuliner malam di Bogor terasa seperti pintu masuk ke sebuah dunia yang hidup setelah matahari tenggelam. Kota yang dikenal dengan hujan dan kesejukannya itu ternyata punya wajah lain—lebih ramai, lebih menggoda, dan lebih lapar.

Menyusuri jalanan Bogor di atas pukul sembilan malam bukan sepi yang didapat. Justru deretan lampu warung makan, suara penggorengan, dan antrean pembeli yang tak putus. Di situlah terasa, wisata kuliner malam di Bogor bukan sekadar aktivitas makan, tapi juga pengalaman sosial.

Bogor seperti tidak ingin tidur terlalu cepat.

Yang paling menarik, pilihan makanannya tidak main-main. Dari yang legendaris hingga yang kekinian, semuanya punya penggemar setia.

Pertama, ada Doclang 405. Ini bukan sekadar makanan. Ini sejarah yang masih dimakan sampai hari ini. Lokasinya di Jembatan Merah.

Menunya sederhana: kupat, tahu, kentang, telur, lalu disiram bumbu kacang kental. Tapi rasa tidak pernah sederhana. Manis, gurih, sedikit pedas. Buka 24 jam. Artinya, lapar jam berapa pun, selalu ada jawaban.

Lalu Ayam Cipo Gunung Batu. Ini favorit warga lokal. Ayam gorengnya ditaburi serundeng kelapa berbumbu. Kering di luar, tapi masih lembut di dalam.

Lalapannya melimpah. Tempat seperti ini biasanya tidak butuh promosi besar. Cukup dari mulut ke mulut—dan tetap ramai.

Beranjak ke yang lebih “muda”, ada Ayam Galau. Nama yang jujur. Tempat ini memang jadi pelarian anak muda. Sambalnya pedas, bahkan diberi nama “sambal galau”. Buka sampai dini hari. Cocok untuk mereka yang belum ingin pulang, atau belum bisa tidur.

Kalau ingin yang hangat, Mie Kocok Mawar jadi pilihan. Kuah kaldu kaki sapinya kental dan gurih. Isinya lengkap: kikil, bakso, tahu, sayur. Makan ini saat hujan turun di Bogor—rasanya seperti menemukan rumah.

Terakhir, Belsambel Mancur. Konsepnya sederhana tapi menarik: makan sepuasnya dengan sambal dan lalapan. Cocok untuk yang tidak bisa jauh dari rasa pedas. Tempatnya juga nyaman untuk ramai-ramai.

Dari lima tempat itu, terlihat jelas satu hal: Bogor tidak pernah kehabisan cara untuk membuat orang datang kembali.

Dan mungkin, itu sebabnya wisata kuliner malam di Bogor akan terus hidup—selama masih ada orang yang lapar, dan selama rasa tetap jadi alasan utama untuk keluar rumah di malam hari.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here