Bogordaily.net – Pengungkapan kasus di sebuah tempat penitipan anak atau daycare di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta mengejutkan publik. Aparat kepolisian menemukan indikasi perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Rizky Adrian, mengungkapkan bahwa petugas menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan saat penggerebekan dilakukan.
“Petugas kami melihat langsung ada anak yang diperlakukan tidak manusiawi, seperti kaki dan tangan yang diikat,” ujar Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu 25 April 2026.
Penggerebekan ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan penganiayaan dan perlakuan diskriminatif di daycare bernama Little Aresha.
Pada awalnya, polisi mengalami kendala dalam mengumpulkan bukti. Namun, setelah kasus ini ramai diperbincangkan, sejumlah orang tua mulai berani melapor.
Dalam operasi yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu sore, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta telah mengamankan sekitar 30 orang, mulai dari pengasuh hingga pihak yayasan yang mengelola tempat tersebut.
“Sekitar 30 orang masih menjalani pemeriksaan intensif. Setelah pendalaman selesai, kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka,” jelas Adrian.
Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap anak-anak di lokasi tersebut.
Salah satu orang tua korban, Aldewa, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah video itu viral.
“Saya baru tahu dari video yang beredar. Sebelumnya sempat lihat ada lebam di kaki anak saya, tapi kami kira hanya karena jatuh,” ujarnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus dan mengumpulkan berbagai bukti tambahan.
Polisi menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam dugaan kekerasan maupun penelantaran anak di tempat tersebut.***
