Bogordaily.net – Siapa The Hacktivist Group 313. Pertanyaan itu tiba-tiba melonjak ke permukaan. Bukan karena seminar keamanan siber. Bukan pula karena laporan resmi lembaga intelijen digital. Tapi karena satu gangguan: tumbangnya sebagian layanan eBay pada 26 April 2026 waktu Amerika Serikat.
Sore itu, pengguna mulai gelisah. Tidak bisa login. Pencarian kosong. Halaman seperti kehilangan arah. Barang ada, tapi tak bisa dijangkau. Dunia belanja digital mendadak seperti pasar tanpa penjual.
Data dari pemantauan publik menunjukkan lonjakan gangguan sejak pukul 15:21 hingga 19:30 UTC. Angkanya tidak kecil. Ratusan laporan masuk dalam waktu singkat. Malamnya, masalah belum juga reda. Bahkan berlanjut hingga keesokan hari, 27 April 2026.
Ada yang lebih meresahkan: sebagian pengguna mengaku tidak bisa mengakses akun lama mereka. Akun yang sudah dipakai bertahun-tahun. Ini bukan sekadar error. Ini menyentuh rasa aman.
Di tengah kekacauan itu, muncul satu nama. Mendadak. Tegas. Seolah ingin diketahui.
Siapa The Hacktivist Group 313?
Mereka mengklaim bertanggung jawab.
Nama ini bukan lembaga resmi. Bukan pula perusahaan keamanan siber. Mereka menyebut diri sebagai hacktivist—aktivis yang bergerak di dunia peretasan. Ideologi, bukan uang, yang menjadi bahan bakarnya.
Kelompok 313 mulai terdengar sejak sekitar 2023. Tidak selalu muncul di permukaan. Tapi sekali muncul, selalu berisik. Mereka sering dikaitkan dengan narasi “cyber resistance”—perlawanan digital.
Metode mereka? Tidak selalu canggih. Tapi efektif menciptakan kekacauan.
Serangan DDoS untuk melumpuhkan layanan. Defacement untuk mengubah tampilan situs. Klaim kebocoran data. Hingga propaganda di media sosial dan Telegram. Bukan sekadar menyerang sistem, tapi juga membangun cerita di balik serangan itu.
Yang menarik, mereka bukan tipe peretas yang mengejar uang. Tidak ada tuntutan tebusan. Tidak ada transaksi gelap. Yang mereka kejar adalah panggung. Pesan. Pengaruh.
Dalam banyak laporan keamanan, 313 kerap muncul di tengah isu geopolitik. Mereka menyerang situs pemerintah, perusahaan teknologi, hingga platform global. Targetnya simbolik. Dampaknya psikologis.
Namun para analis melihat hal lain. 313 kemungkinan bukan satu organisasi tunggal. Mereka lebih mirip jaringan longgar. Bisa terdiri dari banyak individu. Bisa juga berkolaborasi dengan kelompok lain.
Artinya, mereka bukan satu kepala. Tapi banyak.
Dan itu membuatnya sulit dilacak.
Kembali ke kasus eBay. Apakah benar 313 berada di balik gangguan itu? Belum ada konfirmasi resmi. Klaim di dunia siber sering kali tidak bisa langsung dipercaya. Siapa pun bisa mengaku. Tidak semua pelaku benar-benar pelaku.
Namun satu hal pasti: gangguan ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem digital, bahkan milik raksasa global sekalipun.
Dan pertanyaan itu akan terus berulang.
Siapa The Hacktivist Group 313? Mungkin bukan sekadar siapa. Tapi juga: seberapa besar pengaruh mereka di dunia yang kini bergantung pada jaringan.***
