Tuesday, 28 April 2026
HomeNasionalTragedi di Bekasi Timur: Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan...

Tragedi di Bekasi Timur: Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Terus Bertambah

Bogordaily.net – Jumlah korban dalam kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus mengalami peningkatan.

Hingga Selasa pagi 28 April 2026, data terbaru menunjukkan korban meninggal dunia telah mencapai 14 orang, menambah duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat luas.

Selain korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka.

Tercatat sebanyak 84 orang terluka dan telah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Penanganan darurat dilakukan secara cepat dengan melibatkan sejumlah rumah sakit guna memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

“Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka sudah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ucap Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan resmi, pada Selasa 28 APril 2026.

Sejumlah rumah sakit yang menangani korban luka di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Seluruh fasilitas tersebut dikerahkan untuk memberikan layanan medis terbaik bagi para korban.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan bahwa semua korban dalam insiden ini mendapatkan penanganan maksimal.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam bertanggung jawab terhadap dampak kecelakaan ini.

“KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan,” tandas Bobby.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan transportasi publik, sekaligus memicu perhatian serius terhadap evaluasi sistem operasional dan pengamanan perjalanan kereta api di masa mendatang.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here