bogordaily.net – Keluarga almarhum Vidi Aldiano perlahan menata langkah setelah kepergiannya dengan cara yang penuh makna. Sejumlah barang pribadi milik sang penyanyi, mulai dari pakaian hingga parfum, kini dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan maupun orang terdekat sebagai bentuk amal sekaligus kenangan.
Gagasan ini pertama kali datang dari sang ibunda, Besbarini. Setiap kali keluarga mengadakan pengajian dan kirim doa, barang-barang milik almarhum turut dibagikan.
Jumlahnya pun tidak sedikit, meski keluarga mengaku tidak menghitung secara pasti berapa banyak yang telah disalurkan.
Salah satu yang paling menyentuh adalah kisah sebuah jas milik Vidi yang kini digunakan oleh seorang ustaz.
Pakaian tersebut dipakai untuk menjalankan salat tahajud selama 100 hari berturut-turut, menjadikannya bukan sekadar benda, tetapi bagian dari ibadah yang terus mengalirkan doa.
Sang ayah, Harry Kiss, mengungkapkan rasa lega karena barang-barang tersebut tidak terbuang sia-sia dan justru memberi manfaat bagi orang lain.
Selain kepada para ustaz dan santri, sebagian barang juga dibagikan kepada sahabat-sahabat dekat almarhum.
Istri Vidi, Sheila Dara, turut melanjutkan langkah tersebut. Ia memberikan beberapa barang pribadi sang suami kepada teman-teman terdekat, termasuk parfum yang menyimpan aroma khas Vidi. Salah satunya diberikan kepada Nino RAN, sahabat dekat almarhum.
Kehadiran para sahabat seperti Reza Chandika, Nino RAN, dan Enzy Storia juga masih terasa di rumah duka. Mereka kerap datang untuk memberikan dukungan dan menemani Sheila di masa berduka.
Diketahui, Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 setelah berjuang melawan kanker ginjal.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, sahabat dekatnya, Tara Basro, dipercaya untuk mendesain buku Yasin.
Dalam ungkapan emosionalnya, ia menuliskan refleksi tentang kesempurnaan dan makna kehidupan sebuah pesan yang seolah menjadi pengingat dari sosok Vidi itu sendiri.
Kini, barang-barang peninggalan Vidi bukan hanya sekadar kenangan, tetapi juga menjadi jembatan kebaikan yang terus hidup, mengalirkan manfaat, dan menjaga ingatan tentang dirinya tetap hangat di hati banyak orang.***
