Thursday, 30 April 2026
HomeKota BogorLongsor di Kebon Manggis Paledang Bogor, Pemkot Siapkan Huntara dan Minta Warga...

Longsor di Kebon Manggis Paledang Bogor, Pemkot Siapkan Huntara dan Minta Warga Segera Mengungsi

Bogordaily.net – Bencana longsor yang terjadi di kawasan Kampung Kebon Manggis, tepatnya di wilayah Kelurahan Paledang, mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Bogor.

Sebagai langkah darurat untuk melindungi warga, Pemkot Bogor memastikan akan menyediakan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak, guna mencegah risiko korban jiwa akibat potensi longsor susulan.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat melakukan peninjauan ke lokasi kejadian pada Kamis, 30 April 2026.

Dalam kunjungannya, Dedie melihat langsung kondisi tebing yang longsor serta dampaknya terhadap permukiman warga di sekitarnya. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

“Kami berikan bantuan Huntara kami akan cek berapa banyak tapi intinya untuk menghindarkan korban jiwa kami akan berikan Huntara,” jelas Dedie.

Pendataan Warga Terdampak Masih Berlangsung

Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak langsung oleh longsor. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan hunian sementara.

Sementara itu, untuk lokasi pembangunan huntara, Pemkot Bogor menyerahkan penentuan titiknya kepada pihak kelurahan agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga setempat.

Dalam penanganan jangka panjang, Pemkot Bogor juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini dilakukan karena area sungai yang berada di sekitar lokasi longsor masuk dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.

Kolaborasi lintas instansi dinilai penting untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mitigasi hingga perbaikan infrastruktur.

Sebagai langkah awal, tebing yang mengalami longsor saat ini telah ditutup menggunakan terpal oleh tim dari BPBD Kota Bogor guna mencegah longsor susulan akibat air hujan.

Namun demikian, kondisi tersebut masih dinilai berisiko tinggi. Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar area rawan diminta segera meninggalkan lokasi untuk sementara waktu.

Bangunan Sekolah Ikut Terdampak

Tak hanya permukiman warga, dampak longsor juga dirasakan oleh fasilitas pendidikan di sekitar lokasi. Salah satu madrasah dilaporkan berada dalam kondisi mengkhawatirkan karena struktur tanah di bawah bangunan sudah mengalami kerusakan.

Wali Kota Bogor pun menegaskan bahwa aktivitas belajar mengajar di lokasi tersebut harus dihentikan sementara demi keselamatan.

“Mau MI mau rumah apapun itu yang dalam kondisi rawan bencana harus dipindah, karena tidak kita tolelir, anak lagi ada pengajian terkena longsoran sehingga jadi korban,” jelas Dedie.

Di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu, Dedie juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Ia menyebutkan bahwa curah hujan di Kota Bogor saat ini cukup tinggi, dengan rata-rata mencapai 120 milimeter. Kondisi ini berpotensi memicu longsor susulan, terutama di wilayah dengan kontur tanah labil.

“Jadi saya minta masyarakat Kota Bogor untuk memitigasi bencana dengan menghindari tempat tinggal yang tentu di area yang cukup rawan bencana seperti sekarang,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here