Bogordaily.net – Kelurahan Babakan dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi paling dinamis di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.
Kawasan ini tumbuh sebagai sentra kuliner, jasa, hingga perhotelan yang berkontribusi besar terhadap perputaran ekonomi Kota Bogor.
Namun di balik geliat tersebut, wilayah Babakan masih dihadapkan pada sejumlah persoalan klasik perkotaan, mulai dari penataan pedagang kaki lima (PKL), pengelolaan ruang publik, hingga masalah banjir lintasan akibat sistem drainase yang belum optimal.
Lurah Babakan, Andri Junizar, memaparkan bahwa wilayahnya memiliki luas sekitar 146,2 hektar dengan karakteristik wilayah yang unik karena berbatasan langsung dengan Kelurahan Tegallega di beberapa sisi.
Menurutnya, Babakan menjadi salah satu kelurahan dengan aktivitas ekonomi paling tinggi di kawasan Bogor Tengah.
Tercatat, terdapat sekitar 17 hotel berbintang, serta puluhan kafe dan restoran yang beroperasi di wilayah ini. Kehadiran sektor usaha tersebut turut memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan total 1.953 wajib pajak.
“Kelurahan Babakan ini banyak pelaku usaha, termasuk hotel, resto, dan kafe yang jika dibandingkan dengan 10 kelurahan lain di Bogor Tengah, kita termasuk yang paling banyak. Di sektor pendidikan, kita juga memiliki aset besar seperti SD Gunung Gede, SD Papandayan, hingga SMK Negeri 3 Bogor,” ujar Andri Junizar.
1.115 PKL Jadi Fokus Penataan
Di sisi lain, tingginya aktivitas ekonomi juga berdampak pada menjamurnya pedagang kaki lima. Saat ini, tercatat ada sekitar 1.115 PKL yang tersebar di sejumlah titik strategis seperti Jalan Malabar, Sancang, hingga kawasan rumah sakit.
Keberadaan PKL ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik, terutama terkait penggunaan trotoar dan bahu jalan.
Andri menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendekatan pembinaan secara intensif, mengingat keterbatasan lahan relokasi.
“Konsepnya adalah pembinaan dan penataan. Karena kita tidak memiliki lahan khusus untuk relokasi, maka pendekatannya adalah pembinaan agar penggunaan bahu jalan dan trotoar bisa lebih tertata,” tuturnya.
Ia menargetkan dalam tiga bulan ke depan, penataan PKL dapat berjalan lebih rapi dan sesuai dengan arahan pemerintah daerah.
Selain persoalan PKL, Kelurahan Babakan juga menghadapi masalah infrastruktur, khususnya banjir lintasan yang kerap terjadi di wilayah RW 03 dan RW 06.
Menurut Andri, salah satu penyebab utama banjir adalah tertutupnya saluran drainase oleh bangunan warga, yang menghambat aliran air saat hujan deras.
“Masalahnya seringkali karena drainase itu ditutup permanen oleh masyarakat untuk keperluan dapur atau bangunan mereka, sehingga ketika banjir besar, mereka bingung karena tidak bisa dikontrol. Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR dan Perkim untuk normalisasi drainase serta sungai kecil di wilayah tersebut,” jelas Andri.
Koordinasi dengan dinas terkait terus dilakukan guna mempercepat proses normalisasi saluran air sebagai langkah mitigasi banjir.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan, pemerintah juga tengah menjalankan sejumlah program pembangunan infrastruktur melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah pengaspalan jalan di wilayah RW 02, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan warga.
Fokus Penanganan Stunting dan Bantuan Sosial
Di bidang sosial, Kelurahan Babakan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kasus stunting.
Saat ini terdapat 14 anak yang masuk kategori stunting dan menjadi fokus intervensi pemerintah kelurahan.
Selain itu, program bantuan sosial juga rutin disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kepada 471 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Alhamdulillah, kami juga dibantu oleh Yayasan KBLM untuk pemberian susu dan makanan tambahan bagi anak-anak. Fokus kami adalah bagaimana angka 14 ini terus berkurang setiap bulannya,” pungkasnya.
Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, Andri berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antar pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Kelurahan Babakan yang lebih tertata, nyaman, dan mandiri secara ekonomi.***
