Saturday, 2 May 2026
HomeEkonomiPerkiraan Harga Emas Terkini, Turun Mingguan, Tapi Prospek Masih Bullish

Perkiraan Harga Emas Terkini, Turun Mingguan, Tapi Prospek Masih Bullish

Bogordaily.net – Perkiraan harga emas masih menjadi sorotan pasar global setelah bank investasi raksasa asal Amerika Serikat, Bank of America (BofA), kembali mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek logam mulia tersebut di tengah tekanan inflasi dan gejolak pasar energi.

Mengutip laporan terbaru yang dilansir Kitco News, Sabtu (2/5/2026), analis komoditas BofA menilai harga emas dalam jangka pendek memang berpotensi mengalami fluktuasi. Namun dalam horizon yang lebih panjang, tren kenaikan dinilai masih kuat.

Dalam catatannya, BofA bahkan mempertahankan target ambisius dengan proyeksi harga emas mencapai US$ 6.000 per ons dalam 13 bulan ke depan. Perkiraan harga emas ini didukung oleh sejumlah faktor fundamental, termasuk ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat.

“Emas sempat tertekan karena korelasi terbalik dengan harga minyak, terutama akibat kekhawatiran inflasi dan respons kebijakan The Fed. Namun, ketidakpastian kebijakan ekonomi AS, defisit fiskal yang tinggi, serta pelemahan dolar AS tetap menjadi pendorong utama permintaan emas,” tulis analis BofA dalam laporannya.

Tak hanya itu, BofA juga merevisi naik proyeksi rata-rata harga emas untuk tahun 2026. Dalam pembaruan terbarunya, bank tersebut memperkirakan rata-rata harga emas berada di level US$ 5.093 per ons, meningkat dari estimasi sebelumnya sebesar US$ 4.988 per ons. Revisi ini semakin memperkuat narasi bullish di pasar logam mulia.

Di sisi lain, kondisi pasar saat ini menunjukkan tekanan jangka pendek masih belum sepenuhnya reda. Harga emas spot terakhir tercatat di kisaran US$ 4.604 per ons, turun hampir 0,5% dalam sehari dan melemah lebih dari 2% dalam sepekan.

Situasi ini membuat perkiraan harga emas menjadi semakin krusial bagi investor, terutama di tengah dinamika global yang dipengaruhi oleh inflasi, kebijakan suku bunga, serta pergerakan harga energi.

Meski pasar sempat mencatat kinerja mingguan negatif, BofA menilai pelemahan ini bersifat sementara. Dengan kombinasi risiko makroekonomi dan ketidakpastian kebijakan, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai yang solid.

Ke depan, arah kebijakan moneter The Fed serta pergerakan dolar AS akan menjadi faktor utama yang menentukan realisasi perkiraan harga emas tersebut, sekaligus menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here