Bogordaily.net – Bagi pengguna mobil, rem parkir bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen vital yang berperan menjaga kendaraan tetap diam saat berhenti, terutama di medan miring.
Meski terlihat sederhana, sistem ini terus berkembang mengikuti teknologi otomotif. Saat ini, ada dua jenis rem parkir yang umum digunakan, yaitu rem parkir elektris dan rem parkir mekanikal keduanya memiliki karakteristik serta potensi masalah yang berbeda.
Rem parkir elektris atau Electric Parking Brake (EPB) semakin banyak ditemukan pada mobil modern.
Sistem ini bekerja menggunakan komputer dan motor listrik untuk mengunci roda belakang, dan pengoperasiannya cukup dengan menekan tombol.
Praktis dan canggih, namun di balik kemudahannya, sistem ini memiliki titik lemah yang perlu diperhatikan.
Salah satu masalah yang sering muncul pada rem parkir elektris adalah gangguan pada sensor.
Komponen ini cukup sensitif terhadap air, sehingga berisiko mengalami kerusakan jika mobil sering terkena air berlebih, seperti saat mencuci atau menerjang banjir.
Jika terjadi korsleting, sistem bisa mengalami malfungsi. Tak hanya itu, biaya perbaikan untuk modul sensor ini tergolong tinggi, bahkan pada beberapa mobil premium bisa mencapai belasan juta rupiah.
Di sisi lain, rem parkir mekanikal masih banyak digunakan, terutama pada kendaraan dengan teknologi yang lebih konvensional.
Sistem ini mengandalkan kabel baja yang terhubung dengan tuas untuk mengunci roda belakang. Cara kerjanya sederhana dan cenderung lebih mudah dirawat.
Namun, bukan berarti tanpa masalah. Salah satu keluhan yang sering terjadi adalah tarikan tuas yang terasa semakin tinggi dan daya cengkeram rem yang melemah.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kampas rem yang sudah aus atau menipis. Jika dibiarkan, fungsi rem parkir bisa menjadi tidak optimal dan berpotensi membahayakan.
Untungnya, solusi untuk rem parkir mekanikal relatif mudah dan terjangkau. Pengguna cukup mengganti kampas rem, baik menggunakan komponen OEM maupun aftermarket, lalu melakukan penyetelan ulang pada kabel rem agar tarikan kembali normal dan pakem.
Memahami perbedaan kedua jenis rem parkir ini dapat membantu pemilik kendaraan lebih sigap dalam melakukan perawatan.
Dengan penanganan yang tepat, fungsi rem parkir akan tetap optimal, menjaga keamanan kendaraan, dan menghindari biaya perbaikan yang tidak perlu.***
