Bogordaily.net – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor menggelar kegiatan fun walk di kawasan Kiospace Summarecon Bogor, Minggu, 10 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda IDI Kota Bogor yang berlangsung sejak 8 Mei 2026.
Selain jalan santai, acara juga diramaikan dengan senam bersama, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, talkshow kesehatan, hingga pembagian doorprize bagi peserta.
Ketua Fun Walk IDI Kota Bogor 2026, dr. Albert Abednego mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi kalangan dokter, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.
“Ini merupakan rangkaian acara dari IDI Kota Bogor. Dari tanggal 8 dan 9 ada kegiatan lainnya, dan hari ini puncaknya fun walk. Tidak hanya fun walk, tapi juga ada donor darah, talkshow, dan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Albert.
Menurutnya, kegiatan informal seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.
“Tujuan utamanya supaya dokter, warga Kota Bogor, dan masyarakat sekitar bisa lebih bersatu. Jadi tidak hanya bertemu di rumah sakit atau klinik sebagai dokter dan pasien, tetapi juga sebagai sesama warga,” katanya.
Albert menyebut jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai sekitar 520 hingga 600 orang berdasarkan data registrasi panitia.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti kondisi kesehatan masyarakat di Kota Bogor, khususnya terkait penyakit paru yang disebut menjadi salah satu perhatian utama.
“Kalau kita lihat dari rating, masalah paru menjadi salah satu yang tertinggi. Faktor demografi, kelembapan, dan suhu di Kota Bogor membuat kuman lebih mudah berkembang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin masih perlu ditingkatkan, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).
“Kadang orang tidak sadar sudah menularkan penyakit, bahkan di lingkungan keluarga sendiri. Karena itu kesadaran untuk memeriksakan kesehatan sangat penting,” ujarnya.
Albert juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal dua kali dalam setahun.
“Idealnya setahun dua kali cek kesehatan, tapi tergantung kemampuan masing-masing. Semakin sering tentu semakin baik,” pungkasnya.***

