Sunday, 10 May 2026
HomeBeritaIstilah-Istilah Haji yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat ke Tanah Suci, Lengkap...

Istilah-Istilah Haji yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat ke Tanah Suci, Lengkap dengan Penjelasannya

Bogordaily.net – Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi impian umat Muslim di seluruh dunia.

Namun sebelum berangkat ke Tanah Suci, ada banyak istilah penting dalam pelaksanaan haji yang perlu dipahami para jemaah agar tidak kebingungan saat menjalani rangkaian ibadah.

Istilah-istilah tersebut sering digunakan oleh pembimbing haji maupun petugas di Arab Saudi selama proses pelaksanaan ibadah berlangsung.

Mulai dari wukuf, mabit, jumrah hingga thawaf wada memiliki makna dan tata cara masing-masing.

Berikut penjelasan lengkap istilah-istilah penting dalam ibadah haji yang wajib diketahui calon jemaah:

Wukuf

Wukuf adalah berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Wukuf menjadi rukun haji yang paling utama dan wajib dilaksanakan seluruh jemaah. Bahkan terdapat ungkapan terkenal dalam ibadah haji, “Tidak ada haji tanpa wukuf.”

Saat wukuf, jemaah biasanya memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan ibadah lainnya karena momen ini dianggap sangat istimewa.

Mabit

Mabit berarti bermalam di lokasi tertentu selama rangkaian ibadah haji.

Jemaah biasanya melakukan mabit di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah dan di Mina pada malam 11 hingga 12 atau 13 Dzulhijjah.

Hukum mabit adalah wajib. Jika ditinggalkan tanpa alasan syar’i, maka jemaah dikenakan dam atau denda.

Jumrah

Jumrah adalah prosesi melempar batu kerikil ke tiga tiang di Mina, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah.

Prosesi ini menjadi simbol penolakan terhadap godaan setan sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim AS.

Setiap jemaah biasanya melempar tujuh batu kerikil pada masing-masing jumrah sesuai ketentuan waktu yang telah ditetapkan.

Tawaf Ifadhah

Tawaf Ifadhah merupakan tawaf yang dilakukan setelah wukuf di Arafah.

Ibadah ini termasuk salah satu rukun haji yang wajib dikerjakan seluruh jemaah.

Biasanya Tawaf Ifadhah dilakukan setelah jemaah melaksanakan lempar jumrah dan tahallul pertama.

Arafah

Arafah merupakan padang luas yang berada sekitar 20 kilometer dari Kota Makkah.

Tempat ini menjadi lokasi utama pelaksanaan wukuf setiap tanggal 9 Dzulhijjah.

Arafah juga dikenal dengan sebutan Jabal Rahmah karena dipercaya menjadi tempat bertemunya kembali Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah terpisah lama.

Muzdalifah

Muzdalifah adalah kawasan yang berada di antara Arafah dan Mina.

Setelah selesai wukuf di Arafah, jemaah biasanya menuju Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk lempar jumrah.

Mina

Mina merupakan lembah yang berada di luar Kota Makkah.

Di tempat inilah jemaah melakukan mabit selama hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Selain itu, Mina juga menjadi lokasi Jamarat atau tempat pelaksanaan lempar jumrah.

Nafar

Nafar adalah waktu kepulangan jemaah dari Mina setelah menyelesaikan rangkaian mabit dan lempar jumrah.

Terdapat dua pilihan nafar, yaitu:

  • Nafar Awal: meninggalkan Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam.
  • Nafar Tsani: meninggalkan Mina pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Keduanya sama-sama diperbolehkan dalam syariat Islam.

Arbain

Arbain adalah pelaksanaan shalat berjamaah sebanyak 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.

Ibadah ini dilakukan saat jemaah berada di Madinah.

Meski sangat dianjurkan, Arbain bukan termasuk rukun maupun wajib haji, melainkan ibadah sunnah.

Thawaf Wada

Thawaf Wada merupakan tawaf perpisahan yang dilakukan sebelum meninggalkan Kota Makkah.

Ibadah ini hukumnya wajib bagi jemaah haji. Jika ditinggalkan tanpa alasan syar’i, maka jemaah dikenakan dam.

Namun terdapat pengecualian bagi perempuan yang sedang haid, sehingga tidak diwajibkan melaksanakan Thawaf Wada.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here