Bogordaily.net – Pihak sekolah SMAN 4 Cibinong memberikan langkah tegas terhadap oknum Guru BK yang viral telah melecehkan siswi kelas 11 beberapa waktu lalu.
Humas SMAN 4 Cibinong, Syaiful menjelaskan bahwa, oknum guru tersebut kini telah resmi dinonaktifkan dari sekolah.
“Ya, intinya pihak sekolah sudah memberikan tindakan tegas. Yang bersebutan sudah menonaktifkan,” kata Syaiful kepada wartawan, Selasa 12 Mei 2026.
Menurut dia, saat ini oknum Guru BK tersebut sedang diproses lebih lanjut oleh Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD)
“Enggak, sudah menonaktifkan dan sudah akan mengikuti dengan pihak KCD. Dan sedang diproses oleh KCD,” jelasnya.
Adapun, Syaiful mengatakan kejadian pelecehan itu terjadi pada Rabu lalu. Kemudian, mendapat laporan dari korban, pihak sekolah langsung memanggil pelaku dengan keluarga korban.
“Kejadian Rabu malam. Jadi besoknya kita sudah dapat informasi dan mulai kelas. Langsung kami panggil yang bersangkutan tindak tegas ada dipanggil. Kemarin sudah dipertemukan terduga pelaku dengan orang tua,” ujar Syaiful.
Sementara itu, untuk saat ini korban telah mendapat pendampingan dari pihak sekolah, dan telah mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Siswa dapat pendampingan. Dan sudah bisa ke sekolah kembali belajar seperti biasa,” tambahnya.
Sebelumnya diketahui, dugaan pelecehan seksual dilakukan oleh seorang oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 4 Cibinong terhadap sejumlah siswa hingga menyebabkan korban mengalami trauma.
Salah satu korban berinisial L mengatakan kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban berani untuk speekup ke publik dan kasus tersebut modus sesi bimbingan konseling di lingkungan sekolah.
“Modusnya bimbingan konseling, tapi lama-lama malah memanfaatkan situasi dengan ngelus-ngelus paha sampai dipeluk dari belakang saat kondisi kelas sepi, posisinya itu pulang sekolah, kayaknya sudah direncanakan,” ujar L.
L menyebut dugaan pelecehan itu terjadi sejak 2023 dan sudah berlangsung beberapa kali. Korban disebut mayoritas merupakan siswa yang datang untuk berkonsultasi.
“Sejauh ini baru saya dengan teman saya, tapi setahu saya ada korban lainnya, ada salah satu korban yang mengalami trauma sampai tidak mau sekolah dan berinteraksi dengan lingkungan,” ungkap dia.
(Albin)
