Monday, 18 May 2026
HomeKota BogorRS Ummi Bogor Hadirkan Cath Lab, Pasien Serangan Jantung BPJS Tak Perlu...

RS Ummi Bogor Hadirkan Cath Lab, Pasien Serangan Jantung BPJS Tak Perlu Antre Lama

Bogordaily.net – RS Ummi Bogor akhirnya punya “senjata” baru. Bukan gedung megah. Bukan slogan pelayanan. Tapi ruang penyelamat nyawa: Cath Lab dan layanan pemasangan ring jantung atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI).

Peluncurannya dilakukan saat Milad ke-13 RS Ummi di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Minggu 17 Mei 2026. Momentum itu terasa penting. Sebab selama ini pasien serangan jantung di Bogor Raya masih sering menghadapi antrean panjang untuk tindakan cepat.

Kini, pasien BPJS Kesehatan dengan kondisi darurat bisa langsung ditangani di RS Ummi Bogor. Tidak perlu lagi menunggu terlalu lama demi mendapatkan tindakan kateterisasi jantung.

Peluncuran layanan tersebut ditandai penandatanganan komitmen bersama antara Pemkot Bogor, BPJS Kesehatan Cabang Bogor, dan DPRD Kota Bogor. Sebuah sinyal bahwa pelayanan kesehatan darurat mulai dipacu lebih serius.

Direktur Utama RS Ummi, Najib Askar, mengaku layanan Cath Lab itu bukan proyek instan. Persiapannya memakan waktu hingga lima tahun.

Ia menyebut lonjakan pasien di Instalasi Gawat Darurat menjadi alasan utama rumah sakit melakukan penguatan fasilitas kesehatan, terutama layanan jantung emergensi.

“Merespons antrean pasien di IGD yang terus meningkat setiap hari, kami berkomitmen melakukan optimalisasi fasilitas,” ujar Najib.

Selama 13 tahun berdiri, RS Ummi telah melayani sekitar 275 ribu pasien. Angka kunjungan rawat jalan kini mencapai sekitar 22 ribu pasien per bulan. Sementara pasien rawat inap menyentuh 2.000 orang setiap bulan.

Kapasitas rumah sakit pun terus diperbesar. Saat ini tersedia 206 tempat tidur dan akan ditambah menjadi 250 tempat tidur. Tidak hanya itu, kapasitas ICU kini mencapai 45 tempat tidur untuk penanganan pasien kritis dan gawat darurat.

Langkah RS Ummi Bogor menghadirkan layanan PCI dan Cath Lab mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kota Bogor. Kehadiran fasilitas tersebut dianggap sangat penting karena kasus penyakit jantung terus meningkat, sementara layanan tindakan cepat masih terbatas.

Kabag Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan KC Bogor, Rizal Ashari Nampira, menegaskan pasien darurat tidak boleh terhambat urusan administrasi maupun biaya.

Menurut dia, BPJS Kesehatan bersama Dinkes dan Disdukcapil juga menyiapkan mekanisme aktivasi kepesertaan cepat melalui skema Universal Health Coverage (UHC) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Penanganan pasien darurat tidak boleh terhambat masalah biaya,” kata Rizal.

Dengan beroperasinya Cath Lab tersebut, RS Ummi Bogor kini menjadi rumah sakit ketiga di Kota Bogor yang melayani tindakan PCI. Sebelumnya, layanan serupa sudah tersedia di RSUD Kota Bogor dan RS Mayapada.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here