Bogordaily.net – Jaringan narkoba Aceh – Bogor kembali menunjukkan betapa rapi dan beraninya sindikat sabu bekerja. Kali ini yang dibongkar bukan jaringan kecil.
Barang buktinya 29 kilogram sabu. Nilainya miliaran rupiah. Jalurnya pun lintas daerah: dari Aceh menuju Bogor, lalu disiapkan beredar ke Jabodetabek.
Yang membuat publik makin terkejut: ada seorang prajurit TNI ikut diamankan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap kasus tersebut setelah melakukan pemantauan terhadap sebuah kendaraan mencurigakan di wilayah Bogor, Jawa Barat. Mobil Mitsubishi Pajero putih itu ternyata membawa puluhan paket sabu yang disembunyikan di bagian belakang kendaraan.
Plt Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Roy Siahaan mengatakan ada tiga orang yang ditangkap dalam operasi tersebut. Dua di antaranya warga sipil. Satu lagi merupakan oknum prajurit TNI.
“Tersangkanya ada tiga orang yang terdiri dari dua warga sipil dan satu oknum TNI,” ujar Roy dalam konferensi pers di Kantor BNN RI Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Petugas lalu membongkar kompartemen belakang mobil. Di situlah paket-paket sabu disusun rapi. Jumlahnya tidak sedikit: 29 bungkus dengan kemasan teh China.
“Jadi dimasukkan di sana di kompartemen bagian belakang itu dimasukkan ada sebanyak 29 kilo,” kata Roy.
Kasus jaringan narkoba Aceh – Bogor ini diduga menjadi bagian dari jalur distribusi besar yang menyasar pasar Jabodetabek. BNN meyakini sabu tersebut belum sempat diedarkan karena lebih dulu digagalkan dalam operasi gabungan.
BNN kini masih melakukan pengembangan. Pemeriksaan terhadap para pelaku terus berjalan. Koordinasi dengan Polisi Militer TNI juga dilakukan karena adanya keterlibatan anggota militer dalam kasus ini.
Pengungkapan tersebut masuk dalam rangkaian Operasi Saber Bersinar yang digelar BNN di berbagai daerah Indonesia. Dari operasi itu, aparat telah menangkap 31 tersangka.
Total barang bukti yang disita juga sangat besar: 136,5 kilogram sabu, 147 kilogram ganja, 1.260 mililiter etomidate, 1.029 gram ketamin, serta 6.681 butir ekstasi.
BNN memperkirakan pengungkapan jaringan narkoba Aceh – Bogor dan sejumlah jaringan lain itu berhasil menyelamatkan sekitar 353 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Nilai ekonominya ditaksir mencapai Rp211,4 miliar.
Di balik angka-angka itu, ada satu kenyataan yang makin terasa: perang melawan narkoba belum pernah benar-benar reda. Jalurnya berubah. Pelakunya berganti. Tapi pasarnya tetap ada.***
