HomeNasionalSiapa Prihantini? Peneliti Berprestasi yang Diduga Terlibat Kasus Penelitian Palsu di Denmark

Siapa Prihantini? Peneliti Berprestasi yang Diduga Terlibat Kasus Penelitian Palsu di Denmark

Bogordaily.net – Penelitian palsu kini jadi percakapan panas di kalangan akademik Indonesia. Bukan karena hasil risetnya mengubah dunia. Justru sebaliknya.

Dunia ilmiah dibuat gaduh setelah muncul dugaan fabrikasi data dalam konferensi internasional bergengsi di Kopenhagen, Denmark.

Nama yang ikut terseret: Prihantini.

Ia bukan sosok sembarangan. Prestasinya panjang. Riwayat akademiknya mengilap. Aktivitas internasionalnya juga tidak sedikit. Karena itu ketika dugaan manipulasi riset mencuat, banyak yang kaget.

Kasus ini pertama kali ramai setelah peneliti Wa Ode Dwi Daningrat dan Ida Bagus Mandhara Brasika mengungkap dugaan adanya presentasi penelitian bermasalah dalam forum ISPPD 2026 yang berlangsung pada 17-21 Mei lalu di Denmark.

Dalam forum itu, sejumlah peserta asal Indonesia mempresentasikan hasil penelitian yang disebut sangat mengesankan. Di antaranya Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.

Namun setelah ditelusuri lebih jauh, muncul dugaan bahwa sebagian penelitian tersebut tidak pernah benar-benar dilakukan. Ada indikasi data dan hasil riset direkayasa.

Itulah yang membuat isu penelitian palsu langsung meledak di media sosial. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya nama individu. Tapi juga reputasi peneliti Indonesia di mata internasional.

Sampai hari ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebut dalam dugaan tersebut.

Pihak humas Universitas Negeri Yogyakarta sendiri mengaku belum menerima informasi resmi terkait kasus yang menyeret salah satu alumninya itu.

Prihantini — yang akrab dipanggil Titin — dikenal sebagai peneliti independen dengan fokus matematika, komputasi, data sains, dan biomedis.

Dalam profil LinkedIn-nya, ia mencantumkan afiliasi dengan The IMCD BioMed Research Foundation sebagai independent researcher.

Perjalanan akademiknya terbilang cemerlang.

Ia menyelesaikan studi matematika di Universitas Negeri Yogyakarta pada periode 2015-2019. Lalu melanjutkan pendidikan magister matematika di Institut Teknologi Bandung.

Topik yang pernah ia tekuni juga tidak ringan: dinamika fluida hingga penelitian tsunami akibat longsoran.

Selama menjadi mahasiswa, Prihantini dikenal aktif berburu kompetisi ilmiah. Ia pernah memenangkan Pertamina National Science Olympiad bidang matematika. Ia juga menerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP tahun 2019.

Prestasi internasionalnya pun panjang.

Ia pernah meraih Gold Medal pada World Invention and Innovation Forum di China, mendapat penghargaan dari Women’s Inventors Association NOVA Bosnia Herzegovina, hingga menjadi oral presenter di Nanyang Technological University.

Di luar dunia akademik, Titin juga mendirikan Orbit Paper — platform pendampingan penulisan ilmiah untuk mahasiswa dan peneliti muda. Ia juga membangun komunitas Youth Passion to Action yang fokus pada pengembangan anak muda.

Karena itulah kasus dugaan penelitian palsu ini menjadi perhatian besar. Publik sulit percaya bagaimana sosok dengan rekam jejak akademik panjang bisa ikut terseret dalam isu fabrikasi riset internasional.

Tetapi dunia akademik memang keras.

Satu dugaan manipulasi data saja bisa meruntuhkan reputasi yang dibangun bertahun-tahun.

Kini banyak pihak menunggu satu hal: penjelasan resmi. Sebab dalam dunia ilmiah, reputasi bukan dibangun oleh tepuk tangan seminar. Melainkan oleh kejujuran pada data.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here