Bogordaily.net– Aktivasi Museum Pajajaran Batutulis yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 mulai memasuki tahap implementasi.
Setelah resmi diperkenalkan kepada publik pada Rabu, 3 Juni 2026, museum yang menjadi pusat edukasi sejarah Pajajaran tersebut kini mulai menerima kunjungan masyarakat secara terbatas.
Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor akan terlebih dahulu melihat respons dan antusiasme pengunjung sebelum menambah jadwal operasional museum.
Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, mengatakan bahwa untuk tahap awal Museum Pajajaran Batutulis hanya akan dibuka satu kali dalam sepekan dengan waktu kunjungan yang masih terbatas.
“Ya, sementara ini kita hanya mencoba untuk membuka seminggu sekali rencananya. Hari Rabu dan jamnya pun hanya dibatasi, hanya dua jam,” ujar Firdaus usai peluncuran Museum Pajajaran Batutulis.
Menurutnya, pembatasan waktu operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi awal sekaligus memberikan ruang bagi pengelola untuk terus menata koleksi dan artefak yang ada di dalam museum.
“Dua jam untuk supaya nanti kita lihat animo dari masyarakat, sambil kita juga nanti menata kembali artefak-artefaknya. Sehingga nanti tidak mengganggu juga tata kelola kita di museum,” jelasnya.
Firdaus menambahkan, ke depan operasional museum akan terus dikembangkan seiring dengan bertambahnya koleksi sejarah yang dimiliki.
Saat ini Pemerintah Kota Bogor masih melakukan penataan dan pengembangan konten museum agar semakin menarik serta memberikan edukasi sejarah yang lebih lengkap kepada masyarakat.
“Insyaallah nanti kalau sudah koleksinya banyak, terus museumnya sudah bertambah, mungkin bisa seminggu jadi dua kali, tiga kali. Kalau sudah betul-betul menjadi museum yang penuh dengan sejarahnya, bisa setiap hari,”katanya.
Museum Pajajaran Batutulis diharapkan menjadi salah satu pusat edukasi sejarah dan budaya Sunda di Kota Bogor.
Kehadirannya juga menjadi upaya pemerintah dalam melestarikan warisan sejarah Kerajaan Pajajaran sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan kota yang semakin pesat.
Peluncuran museum tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HJB ke-544 yang mengusung semangat pelestarian sejarah, budaya, dan penguatan jati diri Kota Bogor sebagai kota pusaka yang kaya akan nilai-nilai historis.
(Fikri)
