Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Adityawarman Adil, menyatakan dukungan penuh atas langkah Pemerintah Kota Bogor yang resmi melakukan soft launching Bumi Ageung Museum Padjadjaran.
​Langkah cepat aktivasi museum ini dinilai sangat tepat karena bertepatan dengan momentum sakral bagi masyarakat setempat.
Peresmian sengaja dikebut sebagai kado istimewa sekaligus penanda hari jadi tanah pasundan dalam peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544.
​Adityawarman Adil menyampaikan bahwa keberadaan museum ini bukan sekadar bangunan fisik baru, melainkan simbol komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan melestarikan akar sejarah Kerajaan Pajajaran di Kota Hujan.
Pihak legislatif memastikan akan mengawal penuh keberlanjutan operasional dan pengembangan museum ke depan.
​”Kami dari jajaran DPRD Kota Bogor memberikan apresiasi tinggi dan mendukung penuh dibukanya Bumi Ageung Museum Padjadjaran ini. Momentumnya sangat pas dengan Hari Jadi Bogor ke-544. Ini adalah kado nyata bagi warga Bogor yang merindukan ruang edukasi sejarah yang representatif,” ujar Adityawarman Adil
​Politisi ini juga menambahkan bahwa keputusan Pemkot Bogor untuk melakukan soft launching meski fasilitas belum rampung 100 persen adalah langkah yang bijak.
Menurutnya, aset sejarah yang bernilai tinggi seperti ratusan artefak dan benda pusaka yang ada di dalam museum harus segera diaktivasi agar manfaat edukasinya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, pelajar, hingga peneliti, tanpa harus menunggu terlalu lama.
​Lebih lanjut, Ketua DPRD Kota Bogor itu menekankan pentingnya integrasi kawasan Batutulis sebagai satu kesatuan ekosistem wisata sejarah dan budaya.
Dirinya berharap, ke depan museum ini mampu memantik geliat ekonomi kreatif warga lokal di sekitar Bogor Selatan serta memperkuat identitas karakter generasi muda di Kota Bogor agar tidak melupakan kebudayaan Sunda.
​Hingga saat ini, Bumi Ageung Museum Padjadjaran telah mengamankan puluhan koleksi pusaka, termasuk hibah lukisan Prabu Siliwangi serta pameran temporer hasil kolaborasi berbagai pihak.
Pasca-peresmian oleh jajaran pemerintahan dan legislatif, museum ini direncanakan mulai membuka operasional kunjungan secara bertahap demi menjaga ketertiban situs penataan ruang pamer.
(Muhammad Irfan)
