HomeKota BogorLapangan Mini Soccer Taman Yasmin Kota Bogor Bakal Masuk Lelang Tahap II...

Lapangan Mini Soccer Taman Yasmin Kota Bogor Bakal Masuk Lelang Tahap II Senilai Rp1,6 Miliar untuk Fasilitas Penunjang

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan pembangunan Lapangan Mini Soccer yang berada di samping SMA Negeri 10 Kota Bogor, Jalan Pinang Raya, Komplek Taman Yasmin Sektor VI, Kelurahan Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat, akan berlanjut ke tahap kedua.

Saat ini, proyek tersebut tengah dipersiapkan untuk memasuki proses lelang dengan nilai anggaran sekitar Rp1,6 miliar.

Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau langsung lokasi pembangunan pada Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, tahap kedua pembangunan akan difokuskan pada penyediaan berbagai fasilitas pendukung agar lapangan tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita memastikan ini, kita akan segera masuk ke lelang tahap dua. Segera mungkin. Sisa tahap dua kurang lebih Rp1,6 miliar untuk fasilitas penunjang seperti jogging track, taman, dan juga lampu,” ujar Dedie.

Ia menjelaskan, pembangunan tahap pertama telah menghasilkan lapangan utama mini soccer.

Sementara pada tahap kedua, Pemkot akan melengkapi kawasan tersebut dengan jogging track, taman, penerangan, serta fasilitas lain yang mendukung aktivitas olahraga dan rekreasi warga.

Lebih lanjut, Dedie menekankan bahwa lapangan mini soccer tersebut harus menjadi satu kesatuan dengan lingkungan SMA Negeri 10 Kota Bogor.

Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga yang representatif sangat penting untuk mendukung pembentukan karakter dan kesehatan generasi muda.

“Lapangan ini harus kita integrasikan juga dengan SMA Negeri 10 Kota Bogor. Supaya siswa-siswi SMA Negeri 10 bukan hanya fokus pada akademis saja, tetapi juga pada kesehatan jasmani. Itu penting untuk membangun manusia Indonesia yang sehat lahir dan batin,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konsep pengelolaan kawasan tidak akan dibuat eksklusif ataupun tertutup. Lapangan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bersama yang bisa dimanfaatkan oleh pihak sekolah sekaligus masyarakat sekitar.

“Tidak perlu dipagar-pagar secara berlebihan, tidak perlu ditutup-tutupi. Ini bagian yang terintegrasi antara SMA Negeri 10 dengan lapangan olahraga. Jadi keberadaannya harus memberikan manfaat bagi semua,” jelasnya.

Selain untuk pelajar, Pemkot Bogor juga ingin memastikan pembangunan lapangan tersebut sesuai dengan kebutuhan warga sekitar.

Karena itu, pemerintah terus membuka ruang dialog dan menyerap aspirasi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Dedie mengatakan, berbagai masukan dari warga menjadi perhatian agar setelah pembangunan selesai tidak muncul persoalan terkait pemanfaatan fasilitas tersebut.

“Jangan sampai nanti setelah jadi baru timbul masalah. Makanya saya terus menyerap aspirasi dari warga. Intinya, fasilitas ini dipersembahkan untuk warga sekitar, khususnya SMA Negeri 10 dan anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar agar memiliki ruang yang layak untuk berolahraga,” tuturnya.

Menurut Dedie, keberadaan lapangan mini soccer ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan ruang aktivitas positif bagi generasi muda. Ia berharap anak-anak dan remaja memiliki lebih banyak pilihan kegiatan di luar ruangan dibanding hanya menghabiskan waktu dengan gawai.

“Jadi tidak lagi urusannya main gadget melulu, main HP melulu. Di sini ada lapangan, bisa lari-lari, bisa olahraga, bisa menikmati sinar matahari, bisa digunakan untuk upacara atau apel. Yang terpenting, fasilitas ini bisa membuat anak-anak lebih aktif dan sehat,” pungkasnya.

Dengan segera dimulainya proses lelang tahap kedua, Pemkot Bogor menargetkan kawasan Lapangan Mini Soccer SMA Negeri 10 dapat segera dilengkapi fasilitas penunjang sehingga menjadi pusat aktivitas olahraga, pendidikan, dan interaksi masyarakat di wilayah Bogor Barat.

(Fikri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here