HomeKabupaten BogorAnaknya Tewas Diserang Anjing Pemburu di Jasinga, Pihak Keluarga Tuntut Keadilan

Anaknya Tewas Diserang Anjing Pemburu di Jasinga, Pihak Keluarga Tuntut Keadilan

Bogordaily.net – Pihak keluarga Muhammad Aldebaran Mustafa korban yang diserang anjing pemburu di Jasinga menuntut keadilan Mapolres Bogor, pada Senin 8 Juni 2026.

Sebelumnya diketahui, Muhammad Aldebaran Mustafa bocah (9) tewas usai diserang anjing pemburu babi di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, pada Minggu 7 Juni 2026.

Ayah Korban, Solehudin mengungkapkan bahwa, dirinya memenuhi panggilan Mapolres Bogor, untuk menceritakan secara detail kronologi hingga keseharian anak kesayangannya itu.

Dirinya mengaku sempat syok, pada saat kejadian mendapat kabar langsung bahwa anaknya telah ditemukan meninggal dunia oleh warga sekitar.

“Kejadian kalau cerita saya juga gak tau kejadiannya cuman saya dapat kabar ya dari warga kampung sebelah anak saya sudah sudah meninggal,” kata Solehudin kepada wartawan, Senin 8 Juni 2026.

Oleh karena itu, dirinya saat ini meminta keadilan di Mapolres Bogor agar para pemburu atau pemilik anjing dapat dihukum secara setimpal.

“Kemungkinan bisa saya tuntut, tapi kan kita balik lagi proses hukum aja,” jelasnya.

Menurut Solehudin, anaknya saat itu sedang bermain bersama temannya sejak siang hingga ditemukan meninggal dunia pada sore hari.

“Lagi mancing sama temennya. Kalau ini bangunan jam sembilanan kayaknya itu jam sembilan pagi kabar kayaknya ya jam 12 siang,” ujar Solehudin.

Ia menceritakan, keseharian Mustafa merupakan anak yang baik dan penurut terhadap orang tua.

“Dia anaknya baik penurut,” tambahnya.

Sementara itu, Polisi berhasil menangkap pemilik anjing pemburu yang menewaskan seorang bocah di Jasinga, Mapolres Bogor, pada Senin 8 Juni 2026.

Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat menjelaskan bahwa, pemilik anjing tersebut kini telah diamankan dan ditetapkan menjadi tersangka.

“Saat ini, pemilik anjing sudah diamankan di Mako Polres Bogor,” ujar Agus kepada wartawan, Senin 8 Juni 2026.

Kemudian, Kapolsek menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa melarang adanya aktivitas perburuan babi hutan.

“Saya sudah menghimbau dan melarang aktivitas perburuan babi hutan, karena di sekitar hutan dan kebun sawit, sudah banyak dihuni masyarakat hingga kami khawatir kejadian kemarin terulang kembali,” ungkapnya.(Albin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here