Bogordaily.net – Suasana meriah pawai obor di kawasan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah seorang bocah berusia sekitar enam tahun terjatuh ke dalam gorong-gorong saat mengikuti kegiatan tersebut.
Peristiwa yang terjadi di tengah keramaian warga itu nyaris berujung tragedi. Beruntung, nyawa bocah tersebut berhasil diselamatkan berkat aksi cepat dan keberanian seorang warga bernama Ujang Baehaqi yang tanpa ragu masuk ke dalam saluran air untuk melakukan penyelamatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban mengikuti pawai obor bersama orang tuanya. Saat itu, ratusan warga memadati ruas jalan untuk merayakan malam Tahun Baru Islam.
Korban diketahui berjalan sambil dituntun oleh orang tuanya. Namun karena berada di sisi paling pinggir jalan dan minim penerangan, bocah tersebut diduga tidak menyadari adanya lubang gorong-gorong yang berada di dekat jalur pawai.
Akibatnya, korban terpeleset dan terjatuh ke dalam saluran air yang cukup dalam.
“Anaknya lagi dituntun orang tuanya. Karena paling pinggir dan nggak tahu ada lubang, akhirnya keprosok ke gorong-gorong,” kata Ujang.
Kejadian itu langsung memicu kepanikan warga yang berada di lokasi. Teriakan minta tolong terdengar dari berbagai arah setelah mengetahui seorang anak terjatuh ke dalam saluran bawah tanah.
Melihat situasi tersebut, Ujang Baehaqi segera bergerak mencari akses masuk ke dalam gorong-gorong. Tanpa memikirkan risiko yang dihadapi, ia menyusuri area sekitar hingga menemukan titik masuk dari arah Setu Pakansari.
Dengan kondisi pencahayaan yang sangat minim dan medan yang licin, Ujang kemudian masuk ke dalam saluran air untuk mencari keberadaan korban.
Di dalam gorong-gorong yang gelap menyerupai lorong bawah tanah, ia terus memanggil korban sambil menyusuri aliran air.
Beberapa saat kemudian, Ujang melihat sosok bocah yang tampak kebingungan dan ketakutan di tengah kegelapan.
“Saya teriakin, ‘Sini dek, sini.’ Dia ketakutan karena gelap seperti goa. Alhamdulillah akhirnya dia nyamperin saya,” ujarnya.
Menurut Ujang, korban sempat terbawa arus di dalam gorong-gorong yang memiliki kedalaman sekitar lima hingga enam meter. Situasi tersebut cukup berbahaya karena saluran memiliki aliran air dan kondisi ruang yang sempit.
Meski demikian, bocah tersebut masih mampu bertahan karena memiliki kemampuan berenang. Namun ia mengalami kesulitan menemukan jalan keluar akibat kondisi gelap dan tertutup.
Setelah berhasil menjangkau korban, Ujang kemudian menenangkan anak tersebut sebelum membawanya menuju titik evakuasi.
Warga yang berada di luar gorong-gorong turut membantu proses penyelamatan hingga akhirnya korban berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat.
Beruntung, bocah tersebut tidak mengalami luka serius. Ia hanya mengalami beberapa luka lecet pada bagian tubuh akibat terbentur batu dan dinding saluran saat terjatuh.(*)
