HomeInternasionalTimnas Spanyol di Piala Dunia 2026 Masih Sulit Menang, Kutukan Juara 2010...

Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 Masih Sulit Menang, Kutukan Juara 2010 Berlanjut?

Bogordaily.net – Timnas Spanyol di Piala Dunia sedang menghadapi kenyataan yang tidak nyaman. Nama besar mereka masih disegani. Permainan mereka masih indah dipandang. Penguasaan bola masih mendominasi. Namun, kemenangan justru semakin sulit didapat.

Senin malam waktu setempat di Atlanta menjadi bukti terbaru.

Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026. Hasil yang terasa seperti kekalahan bagi tim yang datang dengan status salah satu favorit juara.

Angka statistik terlihat meyakinkan. Penguasaan bola mencapai 68 persen. Sebanyak 28 percobaan tembakan dilepaskan. Delapan di antaranya tepat sasaran.

Namun sepak bola tidak mengenal juara statistik.

Yang dihitung tetaplah gol.

Dan gol itu tidak pernah datang.

Sejak peluit awal berbunyi, La Furia Roja berusaha membongkar pertahanan rapat Tanjung Verde. Mereka mengalirkan bola dari kaki ke kaki dengan sabar. Mereka menyerang dari berbagai sisi. Tetapi semua usaha itu berakhir sia-sia.

Skor 0-0 bertahan hingga laga usai.

Hasil tersebut memperpanjang pertanyaan lama yang terus menghantui Timnas Spanyol di Piala Dunia sejak mengangkat trofi emas di Johannesburg tahun 2010.

Kala itu, Spanyol mencapai puncak dunia setelah mengalahkan Belanda 1-0 melalui gol Andres Iniesta. Banyak yang memperkirakan sebuah dinasti akan lahir. Nyatanya, yang terjadi justru sebaliknya.

Empat tahun kemudian di Brasil, Spanyol tersingkir memalukan di fase grup. Mereka dibantai Belanda 1-5, kalah lagi dari Chile 0-2, dan hanya mampu menutup turnamen dengan kemenangan atas Australia.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, perjalanan mereka juga tidak istimewa. Hanya sekali menang di fase grup sebelum akhirnya tersingkir melalui adu penalti melawan tuan rumah Rusia.

Kisah serupa terulang di Qatar 2022. Setelah pesta tujuh gol ke gawang Kosta Rika, Spanyol justru kehilangan konsistensi. Mereka ditahan Jerman, kalah dari Jepang, lalu tersingkir lewat adu penalti saat menghadapi Maroko.

Jika dihitung sejak menjadi juara dunia, Spanyol hanya mencatat tiga kemenangan dalam 12 pertandingan Piala Dunia terakhir sebelum turnamen tahun ini.

Angka yang terasa janggal untuk negara dengan tradisi sepak bola sebesar Spanyol.

Kini tantangan berikutnya sudah menunggu.

Arab Saudi dan Uruguay berada di depan mata. Keduanya dinilai memiliki kualitas di atas Tanjung Verde. Jika kesulitan mencetak gol masih berlanjut, jalan menuju fase gugur bisa menjadi jauh lebih terjal.

Karena itu, hasil imbang di Atlanta bukan sekadar kehilangan dua poin. Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa kejayaan masa lalu tidak pernah menjamin kesuksesan hari ini.

Dan untuk saat ini, Timnas Spanyol di Piala Dunia masih harus membuktikan bahwa mereka benar-benar mampu keluar dari bayang-bayang gelar juara dunia 2010.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here