Bogordaily.net – Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Salah satunya terjadi di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, yang mengalami krisis air bersih akibat berkurangnya pasokan air dari sumber mata air dan sumur warga dalam beberapa hari terakhir.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan pada Kamis, 18 Juni 2026.
Bantuan tersebut diberikan menyusul laporan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir menjadi penyebab utama menurunnya debit sumber mata air di wilayah tersebut.
“Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, mengakibatkan sumber mata air warga berkurang dan warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” kata Adam Hamdani, dikutip dari Kompas.
BPBD Salurkan Lima Ribu Liter Air Bersih
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PDAM Tirta Alam Cibungbulang mengirimkan pasokan air bersih sebanyak 5.000 liter ke wilayah terdampak.
Bantuan tersebut didistribusikan kepada sekitar 90 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 273 jiwa yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
“Untuk sementara kebutuhan air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat,” ucapnya.
BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap menyalurkan bantuan tambahan apabila kebutuhan masyarakat masih belum terpenuhi.
Sementara itu, Kepala Desa Parakan Muncang, Mauludin, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan di wilayahnya sudah berlangsung lebih dari satu pekan. Menurutnya, minimnya curah hujan membuat sejumlah sumur warga mulai mengering dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah terdampak lagi kekeringan di tahun ini. Karena kami minim sumber air bersih di wilayah kami, dari Minggu kemarin,” kata Mauludin.
Ia menjelaskan bahwa hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir hanya berupa gerimis ringan sehingga belum cukup untuk mengisi kembali cadangan air tanah maupun sumur warga.
“Soalnya belum ada hujan lagi, kemaren baru ada gerimis aja hujan kecil. Jadi sumur belum pada ngisi,” tambahnya.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat karena tidak banyak pilihan sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan. Sungai yang melintas di wilayah desa pun tidak bisa digunakan karena kualitas airnya dinilai tidak layak akibat kondisi yang keruh.
“Sungainya gak bisa (dipakai) sekarang pak keruh. Sementara belum ada alternatif tambahan,” terangnya.
Akibat keterbatasan sumber air tersebut, sebagian besar warga saat ini bergantung pada bantuan distribusi air bersih yang dikirimkan oleh BPBD Kabupaten Bogor.(*)
