Bogordaily.net – Momen resepsi pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner yang berlangsung mewah di Bali mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Bukan hanya karena kemegahan acaranya, tetapi juga lantaran sebuah video yang memperlihatkan pasangan tersebut melakukan prosesi menuangkan cairan ke susunan gelas berbentuk menara, layaknya tradisi champagne tower yang kerap ditemui dalam pesta pernikahan internasional.
Cuplikan video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memancing beragam reaksi dari warganet. Sebagian netizen menduga cairan yang digunakan dalam prosesi tersebut merupakan minuman beralkohol seperti champagne atau wine.
Dugaan tersebut kemudian memicu perdebatan karena Jennifer Coppen diketahui beragama Islam. Terlebih lagi, rangkaian pernikahan pasangan tersebut disaksikan oleh publik melalui berbagai unggahan yang beredar luas di dunia maya.
Di tengah ramainya spekulasi, muncul sejumlah komentar dari orang-orang yang mengaku memiliki pengalaman bekerja di industri perhotelan dan penyelenggaraan acara pernikahan.
Salah satu akun yang mengaku pernah bekerja di hotel berbintang menjelaskan bahwa cairan yang digunakan dalam atraksi menara gelas tidak selalu berupa champagne atau wine asli.
“Itu sebenarnya campuran Sprite dan sedikit Cola untuk mendapatkan warna yang sesuai,”
tulis akun tersebut dalam kolom komentar yang kemudian ramai dibagikan ulang oleh warganet.
Menurut pengakuannya, penggunaan minuman bersoda sudah menjadi praktik yang cukup umum dalam berbagai acara pernikahan maupun pesta formal. Selain lebih ekonomis, campuran tersebut dinilai mampu menghasilkan efek visual yang serupa dengan champagne ketika dituangkan ke dalam susunan gelas bertingkat.
Ia juga menjelaskan bahwa botol maupun menara gelas yang digunakan biasanya merupakan perlengkapan dekorasi yang telah disiapkan oleh pihak hotel atau penyelenggara acara untuk menciptakan kesan mewah dan elegan selama prosesi berlangsung.
Tak hanya itu, seorang netizen lain yang mengaku pernah bekerja sebagai kru wedding organizer turut memberikan penjelasan serupa.
“Sebagai eks anak WO, saya bisa mengonfirmasi itu,” tulisnya.
Ia mengatakan bahwa penggunaan cairan nonalkohol dalam prosesi champagne tower sudah menjadi hal yang lazim di industri pernikahan. Tujuannya adalah menciptakan tampilan yang menarik tanpa harus menggunakan minuman beralkohol dalam jumlah besar.
Biasanya, penyelenggara acara memanfaatkan campuran minuman bersoda berwarna atau cola agar tampilan cairan menyerupai champagne saat mengalir dari gelas paling atas hingga ke tingkat bawah.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Jennifer Coppen maupun Justin Hubner terkait spekulasi yang berkembang di media sosial tersebut.
Terlepas dari polemik yang muncul, pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner tetap menjadi salah satu momen selebritas paling menyita perhatian publik sepanjang tahun 2026.
Sebelumnya, pasangan ini juga sempat menjadi sorotan karena berbagai detail pernikahan yang dianggap unik dan mewah. Mulai dari prosesi akad yang berlangsung khidmat, mahar berupa emas serta mata uang euro, hingga konsep acara yang memadukan nuansa budaya Jawa dengan sentuhan internasional.
Kemegahan acara yang digelar di Bali tersebut membuat pernikahan Jennifer dan Justin menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di media sosial dalam beberapa hari terakhir.(*)
