Bogordaily.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor meminta masyarakat untuk melakukan penghematan air bersih di tengah musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengungkapkan bahwa, musim kemarau di kabupaten Bogor mulai terjadi periode bulan Juni hingga bulan Oktober 2026.
Adapun, untuk puncak musim kemarau diprediksi akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang.
“Musim kemarau itu sebenarnya dimulai kalau untuk Kabupaten Bogor awal Juni dan prediksi puncaknya di bulan Agustus. Kalau Agustus itu puncaknya berarti kemungkinan akan turunnya sampai dengan Oktober ya. Oktober,” kata Ade Hasrat kepada wartawan, Senin 22 Juni 2026.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk menghemat air bahkan pada saat berwudhu masyarakat diminta untuk melakukan penghematan.
“Saya bilang masyarakat harus melakukan penghematan air. Bahkan buat orang tidak populer, saya bilang begini, coba kalian semuanya umat Islam yang shalat lima waktu, berwudhulah sesuai dengan syariat,” jelasnya.
Bahkan, dirinya mencontohkan perilaku Nabi Muhammad SAW yang berwudhu atau menggunakan air hanya sebanyak 500 mililiter per hari.
Hal tersebut bisa dijadikan contoh penghematan air, dikarenakan jumlah penduduk Kabupaten Bogor merupakan jumlah terbanyak dengan angka 5 juta jiwa.
“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam itu berwudhu dengan hanya 500 mililiter. Bayangkan kalau ada 5 juta penduduk Bogor yang menghemat dalam satu hari saja 5 liter,” ujar Ade
“Dikalikan 5 juta berarti ada 25 juta liter yang terhematkan dan itu menjadi pahala karena mengikuti syariat, yaitu dengan berwudhu mempergunakan air setengah liter,” tambahnya.***
Albin
