Bogordaily.net – Universitas Islam Bogor (UIB) Ummul Quro menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus koordinasi bersama jajaran rektorat dan seluruh dosen sebagai langkah memperkuat sinergi dalam membangun kualitas pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pimpinan universitas untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen akademik, serta menyampaikan arah kebijakan strategis yang akan menjadi pijakan pengembangan institusi dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui forum ini, seluruh unsur pimpinan dan tenaga pendidik diharapkan memiliki visi yang sama dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjaga karakter khas UIB Ummul Quro sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Rektor Tegaskan Komitmen Menjaga Nilai Aswaja
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Bogor Ummul Quro, Syamsul Rizal, menekankan pentingnya menjaga identitas kampus sebagai institusi pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Aswaja.
Ia mengajak seluruh dosen untuk terus berkontribusi dalam membangun universitas melalui semangat pengabdian, kolaborasi, dan profesionalisme.
“Kampus kita UIB Ummul Quro menetapkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Saya meminta mari kita sama-sama berkhidmat untuk lembaga ini. Terkait jenjang karier para dosen, pihak kampus sangat terbuka dan mendukung penuh perkembangannya,” ujar Rektor.
Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan, tetapi juga bergantung pada kekompakan seluruh civitas akademika dalam menjalankan visi bersama.
Warek I Paparkan Roadmap Kampus Menuju 2034
Usai sambutan rektor, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Wakil Rektor I Bidang Akademik, Ahmad Idhofi.
Dalam paparannya, ia menyampaikan arah pengembangan institusi yang berfokus pada peningkatan mutu akademik, penguatan kurikulum, hingga pencapaian akreditasi unggul.
Salah satu target utama yang disampaikan adalah mewujudkan UIB Ummul Quro sebagai universitas unggul dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang berlandaskan Aswaja Islamic Value pada tahun 2034.
Untuk mencapai target tersebut, pihak kampus akan melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya:
- Melakukan peninjauan dan penyempurnaan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan zaman dan visi institusi.
- Memperkuat budaya akademik yang profesional dan berintegritas.
- Mendorong peningkatan kualitas institusi menuju akreditasi “Unggul”.
- Menjadikan nilai-nilai kepesantrenan sebagai fondasi utama seluruh aktivitas akademik.
- Mendorong seluruh dosen untuk terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pengembangan kapasitas.
Warek I juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang baru bergabung dan berharap seluruh tenaga pendidik dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan UIB menuju universitas unggulan nasional.
Warek II Fokus pada Kesejahteraan dan Digitalisasi
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Asep Zakariya Anshori, menyoroti pentingnya tata kelola administrasi yang profesional sebagai pendukung kemajuan institusi.
Ia menjelaskan bahwa setelah kegiatan sosialisasi, seluruh dosen akan diminta menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap aturan dan tata kelola universitas.
Selain itu, kampus juga akan melakukan evaluasi terhadap berbagai regulasi kepegawaian agar semakin adaptif terhadap kebutuhan dosen.
Dalam kesempatan tersebut, Warek II menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan karier tenaga pendidik sekaligus memastikan sistem perhitungan tunjangan dilakukan secara transparan.
Tak kalah penting, UIB juga terus mempercepat transformasi digital melalui optimalisasi penggunaan aplikasi Sevima Siakad guna meningkatkan efektivitas administrasi sekaligus memperkuat kedisiplinan di lingkungan kampus.
Warek III Dorong Penguatan Reputasi Kampus
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Galih Pratama, menekankan pentingnya menjaga citra positif universitas melalui sikap profesional seluruh civitas akademika.
Menurutnya, dosen memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan moral bagi mahasiswa.
Karena itu, ia mengajak seluruh dosen untuk selalu menjaga etika komunikasi, baik di lingkungan internal kampus maupun dalam berinteraksi dengan mahasiswa dan masyarakat.
Sebagai kampus Islam, lanjutnya, seluruh tenaga pendidik diharapkan mampu mencerminkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas akademik sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi peserta didik.
Melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini, Universitas Islam Bogor (UIB) Ummul Quro berharap seluruh pimpinan serta dosen dapat bergerak dalam satu visi untuk mempercepat pencapaian target institusi.
UIB Ummul Quro optimistis mampu berkembang menjadi perguruan tinggi unggul yang menghasilkan lulusan berkualitas sekaligus tetap mempertahankan karakter khas pesantren sebagai fondasi utama pendidikan.(*)
