HomeKota BogorPemkot Bogor Jaga Stabilitas Harga

Pemkot Bogor Jaga Stabilitas Harga

Bogordaily.net – Laju inflasi Kota Bogor pada Mei 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, inflasi tahunan atau year-on-year (y-o-y) tercatat sebesar 3,19 persen, masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.

Iyan Sofyan (60) tampak sumringah. Warga Cijahe, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, ini merasa senang tinggal di Kota Bogor. Selain udaranya yang sejuk dan warga Kota Bogor sangat ramah.

“Lebih penting lagi pasokan sayuran, buah-buahan, ikan, daging, beras serta kebutuhan pokok lainnya cukup melimpah, dan harganya masih terjangkau,’’ kata pria yang tinggal di Yasmin ini.

Menurut dia, harga sembilan kebutuhan pokok (Sembako) di Kota Bogor cukup stabil. Hanya sebulan lalu saja, harga sayuran yakni bayam sedikit melonjak, tapi sekarang sudah normal lagi.

“Setelah lebaran atau April lalu harga bayam Rp5 ribu per ikat, sudah itu langka lagi,’’ tambah Iyan.

Hal senada diungkapkan Agus Supriadi (47). Pria asal Cimanggu Barata, Kecamatan Tanah Sareal ini, untuk memenuhi kebutuhan pokok di Kota Bogor banyak pilihannya.

“Bila ingin harga murah dan terjangkau bisa ke pasar tradisional, sekarang pasar di Kota Bogor sudah bagus seperti Pasar Jambu Dua, sekarang tidak becek lagi,” kata Agus.

Lebih jauh Agus menjelaskan harga-harga sembako di Kota Bogor masih normal. Bahkan, beberapa komoditas seperti telur dan daging ayam mengalami penurunan harga. Telur sekarang berkisar Rp24.500/kg dan daging ayam Rp29.000/kg.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari, mengatakan stabilitas harga barang dan jasa di Kota Bogor masih terjaga meski sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan.

“Inflasi Mei 2026 secara year-on-year sebesar 3,19 persen. Angka ini masih aman karena berada dalam rentang target inflasi nasional,” ujarnya belum lama ini.

Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month) pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,24 persen. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya harga beberapa komoditas pangan.

Menurut Dewi, komoditas yang paling besar memberikan andil terhadap inflasi antara lain cabai merah, bawang merah, cabai rawit, dan minyak goreng.

“Inflasi bulanan sebesar 0,24 persen dipengaruhi kenaikan harga cabai merah, bawang merah, cabai rawit, dan minyak goreng,” katanya.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang membantu menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga, yakni telur ayam ras dan bawang putih.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkot Bogor melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus meningkatkan pengawasan di lapangan.

Selama Mei 2026, TPID melakukan berbagai kegiatan, mulai dari inspeksi mendadak terhadap lapak penjualan hewan kurban di Jalan KH R Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, hingga pengawasan pompa ukur bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengujian kebenaran takaran, pengecekan cap tanda tera, serta pengawasan terhadap Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT), termasuk pemeriksaan kuantitas isi dan pelabelan di sejumlah agen LPG 3 kilogram.

Dewi menegaskan, rangkaian pengawasan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, melindungi konsumen, sekaligus memastikan distribusi barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan.

“Pengawasan terus kami lakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Bogor,” tegasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here