Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meminta agar para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Tegar Beriman, Cibinong untuk memakai pakaian adat sunda pada saat berjualan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Mely Kamelia menjelaskan bahwa, usulan tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor Rudy Susmanto agar PKL di sekitaran kawasan tersebut terlihat rapi.
“Pak Bupati ingin rapi, jadi disarankan untuk bapak bapak pakai baju pangsi, dan ibu ibu kebaya tapi ga harus wajib yang penting rapi, cuma dikasih waktu 1 bulan buat persiapan dari sekarang,” kata Mely, Kamis 16 Juli 2026.
Menurut Mely, Pemkab Bogor memberikan waktu selama satu bulan kepada para PKL untuk dapat menyisipkan pakaian adat sunda, seperti baju pangsi, kebaya dan lain lain.
“Jadi 1 bulan sekarang jualan dulu sambil dijaga kebersihannya rapi, dan nanti setelah 1 bulan bapak bapak nya pake baju pangsi, udeng, ketopong, biar keliatan kearifan lokal orang sundanya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa, usulan tersebut tidak diwajibkan bagi semua pedagang. Namun, hanya saja untuk menjaga kerapihan sesuai dengan tema di Alun Alun Tegar Beriman yang mengusung konsep kerajaan Sunda.
“Wajib mah ngga, demi kerapihan dan keindahan. Jadi se tema sama di Tegar Beriman gitu adat sunda,” ujar Mely.
Sementara itu, Bupati Rudy Susmanto mengaku akan terus mensupport para PKL di kawasan Alun-Alun Tegar Beriman. Namun, harus tetap menjaga kebersihan dan keindahan.
“Pak Bupati kan menjunjung tinggi adat sunda, tempatnya support gitu sesuai dengan tempatnya di tegar beriman baru dan ada kereta kencana baru jadi kalo tema kesundaannya muncul kalo jualannya begitu juga,” ungkap dia.
(Albin)
