HomeKabupaten BogorModus Penipuan Uang Receh Beraksi di Gunung Putri, Toko Perabot Rugi Rp1,35...

Modus Penipuan Uang Receh Beraksi di Gunung Putri, Toko Perabot Rugi Rp1,35 Juta

Bogordaily.net – Aksi penipuan dengan modus belanja menggunakan uang receh terekam kamera pengawas (CCTV) di Toko D&D Perabot, kawasan Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Senin, 27 Juli 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

Pelaku diduga memanfaatkan kelengahan kasir dengan berpura-pura menjadi pembeli yang sedang terburu-buru. Modus tersebut membuat pihak toko mengalami kerugian hingga sekitar Rp1.350.000.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku datang ke toko dan berpura-pura berbelanja seperti pelanggan pada umumnya. Saat hendak melakukan pembayaran, ia menyerahkan uang receh yang disimpan di dalam sebuah wadah.

Pada wadah tersebut tertera nominal Rp1.950.000, sehingga seolah-olah jumlah uang yang dibayarkan sesuai dengan keterangan yang tertulis.

Namun, setelah dilakukan pengecekan, isi uang receh tersebut diduga hanya berjumlah sekitar Rp591.000, jauh lebih sedikit dari nominal yang tertera pada wadah.

Dalam aksinya, pelaku diduga terus mendesak kasir dengan alasan sedang terburu-buru. Dengan total nilai belanja sekitar Rp800.000, pelaku kemudian meminta uang kembalian sebesar Rp1.200.000.

Diduga karena kehilangan fokus akibat tekanan dan desakan pelaku, kasir akhirnya memberikan uang kembalian sesuai permintaan tersebut tanpa terlebih dahulu memastikan jumlah uang yang sebenarnya diterima.

Akibat kejadian itu, pihak toko diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1.350.000.

Seluruh rangkaian aksi pelaku terekam kamera CCTV yang terpasang di dalam toko. Rekaman tersebut kini menjadi salah satu petunjuk untuk membantu mengungkap identitas pelaku.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku memiliki ciri-ciri bertato di bagian tangan dan mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna biru tanpa pelat nomor belakang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha, khususnya pemilik toko dan kasir, agar lebih teliti saat menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai, terutama jika transaksi dilakukan dengan nominal besar atau dalam kondisi yang membuat kasir kehilangan konsentrasi.

Masyarakat yang mengenali ciri-ciri pelaku atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut diharapkan dapat menyampaikannya kepada pihak berwenang agar proses penyelidikan dapat segera dilakukan dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here