Bogordaily.net-Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, memprioritaskan penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga penataan kawasan bisnis sebagai fokus pembangunan wilayah.
Langkah tersebut dipaparkan dalam kegiatan pemetaan potensi dan permasalahan lingkungan yang digelar pada Selasa 28 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah menyusun program pembangunan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di kawasan perkotaan yang padat penduduk dan terus berkembang.
Kelurahan Kedung Badak memiliki luas sekitar 2,40 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 30 ribu jiwa yang tersebar di 14 RW dan 99 RT. Wilayah ini didominasi permukiman padat serta kawasan perdagangan dan jasa di sepanjang Jalan Sholeh Iskandar.
Camat Tanah Sareal, Rokib, mengatakan karakter Kedung Badak berbeda dibanding kelurahan lain karena tingkat urbanisasi yang tinggi. Karena itu, penyusunan program harus didasarkan pada kondisi nyata di lapangan.
“Potensi dan persoalan setiap wilayah berbeda. Kedung Badak merupakan kawasan perkotaan yang cukup besar. Ke depan, pembahasan lebih banyak dilakukan langsung di lapangan, seperti di Posyandu atau Kelompok Wanita Tani (KWT), sehingga aspirasi masyarakat bisa terserap lebih maksimal,” ujar Rokib.
Menurutnya, sejarah pemekaran wilayah juga membentuk karakter Kedung Badak yang khas sehingga membutuhkan tata kelola kawasan perkotaan yang lebih presisi.
Sementara itu, Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat, mengungkapkan salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah banjir musiman di RT 04 RW 09. Lokasi tersebut merupakan akses menuju sejumlah fasilitas pelayanan publik, termasuk sekolah dan Puskesmas Kedung Badak.
“Banjir di wilayah itu menjadi perhatian serius saat curah hujan tinggi. Kami telah melakukan normalisasi saluran air serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Ahnim.
Selain normalisasi saluran, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama instansi terkait juga merencanakan pembangunan drainase baru untuk mengurangi genangan. Pembangunan dinding penahan tanah (DPT) di sejumlah titik rawan longsor dan luapan air juga mulai dilakukan.
Di bidang pelayanan administrasi, Kelurahan Kedung Badak berencana melakukan pemekaran RT di RW 10 guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Di RW 10 terdapat satu RT dengan sekitar 60 kepala keluarga. Warga mengusulkan pemekaran agar pelayanan administrasi menjadi lebih optimal,” jelasnya.
Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Pemerintah kelurahan terus mengintensifkan pengelolaan sampah di sejumlah titik rawan, seperti TPS RT 08 RW 01 dan TPS RW 08, melalui edukasi pemilahan sampah serta pengangkutan rutin bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Sampah liar seperti kasur bekas maupun puing bangunan juga rutin kami angkut melalui kerja bakti dan jadwal pengangkutan berkala,” ujar Ahnim.
Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan kawasan usaha di sepanjang Jalan Sholeh Iskandar turut menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Pengawasan terhadap kelengkapan perizinan usaha dan kelayakan bangunan terus diperketat guna menjaga ketertiban serta menciptakan iklim investasi yang sehat.
“Kami selalu mengingatkan setiap pelaku usaha agar melengkapi seluruh dokumen perizinan, mulai dari izin bangunan hingga izin sumur bor. Koordinasi juga dilakukan bersama Muspika, Koramil, dan Polsek agar seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Melalui sinergi pemerintah kecamatan, kelurahan, lembaga kemasyarakatan, serta unsur TNI-Polri, Kelurahan Kedung Badak menargetkan penyelesaian berbagai persoalan lingkungan secara bertahap guna mewujudkan kawasan perkotaan yang aman, bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
(Muhammad Irfan Ramadan)
