HomeNasionalDirjen Pendidikan Islam Minta Sekolah/Madrasah Batasi Penggunaan Gadget Siswa

Dirjen Pendidikan Islam Minta Sekolah/Madrasah Batasi Penggunaan Gadget Siswa

Bogordaily.net – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag meminta kepada sekolah/madrasah untuk membatasi penggunaan gadget siswa imbas maraknya kekerasan.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke MTSN 3 Bogor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 29 Juli 2026.

Menurut dia, kekerasan atau bullying terhadap siswa saat ini marak terjadi di lingkungan sekolah/madrasah.

Oleh karena itu, Kemenag bersama Kondisi dan Kemenko PMK telah merilis dua aplikasi penanganan kekerasan yakni AMAN (Aplikasi Manajemen Anti Kekerasan) dan Telepon Trend.

“Gini, kalau soal urusan itu tidak hanya di Agama Islam hampir di semua tempat ada, tetapi kita dengan sangat tegas dari Peraturan Menteri Agama, bahkan kita udah koordinasi dengan Menko PMK, sekarang kita sudah merilis aplikasi, ada dua aplikasi ya,” kata Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag, Rabu 29 Juli 2026.

“Satu namanya AMAN (Aplikasi Manajemen Anti Kekerasan), yang kedua lagi aplikasi Telepon Trend,” tambahnya.

Ia menjelaskan, dua aplikasi tersebut bisa digunakan untuk melaporkan jika terjadi kekerasan di lingkungan sekolah.

Sehingga, Pemerintah akan segera melakukan pendampingan terhadap korban, dan melakukan penindakan terhadap pelaku kekerasan.

“Dua aplikasi itu bisa digunakan untuk melaporkan kalau itu terjadi. Dan kita pastikan kita memberikan pendampingan, lalu kemudian pasti ada penindakan tegas bagi oknum siapapun yang melakukan itu,” jelasnya.

Kemudian, Pemerintah melalui Komdigi telah membuat regulasi terkait penanganan kekerasan yakni PP Tunas.

Dalam isi PP Tunas tersebut, Pemerintah meminta kepada Sekolah atau Madrasah untuk membatasi penggunaan gadget terhadap siswa.

“Nah, ini penting sekali. Jadi, Bu Menteri Komdigi kan sudah membuat regulasi namanya PP Tunas. Tunas itu sebuah peraturan yang memberikan tunggu usia usia siap menggunakan platform digital. Di madrasah ini kan sudah dilakukan apa pembatasan gadget,” ujar dia.

Ia berharap, pembatasan tersebut dilakukan agar para siswa dapat menggunakan gadget dengan bijak.

“Nah, ini salah satu contoh pembatasan gadget. Dan beberapa madrasah lain, kita pun juga sudah memberikan imbauan agar anak-anak betul-betul menggunakan gadget itu dengan cara yang bijak,” ungkapnya.***

Albin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here