HomeKota BogorDedie Rachim Pastikan Perumda PPJ Tetap Berjalan Optimal

Dedie Rachim Pastikan Perumda PPJ Tetap Berjalan Optimal

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim buka suara terkait pengunduran diri Direktur Umum (Dirum) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Samsudin.

Dedie membenarkan bahwa Samsudin telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Umum di Perusahaan Milk Pemkot Bogor tersebut, dan kepastian itu setelah pihak manajemen menerima surat pengunduran diri Samsudin secara resmi.

Dedie mengatakan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, proses pengunduran diri ini mengikuti aturan one month notice (pemberitahuan satu bulan).

Pejabat yang bersangkutan diwajibkan untuk menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya hingga batas akhir masa tugas yang dijadwalkan pada 21 Agustus 2026 mendatang.

Terkait alasan kepindahan maupun rencana tempat bertugas yang baru, pihak manajemen menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada yang bersangkutan.

“Kalau beliau akan pindah ke mana, ya harus ditanya ke beliau. Pengajuan ke kita adalah pengunduran diri. Mungkin di tempat baru fasilitasnya lebih baik atau gajinya lebih tinggi, itu mungkin saja. Harapan kita tentu beliau bisa lebih all out dalam berkiprah di tempat baru,” ujar Dedie kepada wartawan, Selasa 11 Agustus 2026.

Dedie menegaskan, bahwa pengunduran Samsudin dari jabatannya sebagai Direktur Umum, tidak akan mengganggu kualitas pelayanan di Perumda PPJ.

“Termasuk operasional organisasi juga dipastikan tetap berjalan stabil, karena struktur kepemimpinan yang ada masih diisi oleh jajaran Dewan Pengawas (Dewas) serta direksi lainnya,” tegas Dedie.

Saat ini, lanjut Dedie, Pemkot Bogor dan pihak internal tengah mengkaji langkah strategis selanjutnya pasca-pengunduran diri tersebut.

Beberapa opsi sedang dipertimbangkan, seperti pengisian posisi yang kosong atau penggabungan struktur jabatan, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan korporasi.

“Kita sedang berpikir, pertimbangan-pertimbangannya apa, apakah posisi ini akan diisi atau disatukan. Jika diisi, kita harus melihat kemampuan keuangan korporasi, mana yang lebih hemat, atau apakah bisa ditunda nanti. Banyak hal yang sedang kita pertimbangkan,” tutup Dedie.(Muhammad Irfan Ramadan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here