Bogordaily.net – Polisi menindaklanjuti aksi kericuhan pertandingan sepak bola antar kampung di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, yang terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam kerusuhan tersebut, seorang wasit dikabarkan menjadi korban pengeroyokan, setelah keputusan wasit menganulir gol memicu amarah di lapangan.
Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin menyampaikan bahwa, saat ini wasit tersebut tengah mendapatkan perawatan medis, dan tidak meninggal seperti narasi yang beredar di media sosial.
“Hoaks itu, ada beritanya sampai meninggal. Itu siapa yang ngomong begitu. Enggak (meninggal) cuma ya luka lecet lah wajar, luka lecet,” kata AKP Budi, Rabu 12 Agustus 2026.
Menurut Kapolsek, kericuhan tersebut terjadi dalam pertandingan Pordes (Pekan Olahraga Desa) yang dinilai tidak berizin.
“Iya Pordes (Pekan Olahraga Desa) antar desa-desa, kegiatan warga desa 17 Agustusan cuma mereka juga tidak berizin,” jelasnya.
Awalnya, kata dia, dalam pertandingan tersebut skor kedua tim seri 1-1. Namun, salah satu tim mendapat penalti dan bola tersebut tidak masuk kedalam gawang, sehingga memicu kemarahan suporter.
“Nah, jadi ini skor main bolanya satu-satu, ini ada penalti. Yang pertama nggak masuk, terus yang keduanya kena tiang gawang, kan gitu,” ujar Kapolsek.
“Nggak masuk bolanya, juga dia pengennya masuk, gitu langsung gebukin wasit langsung di gebukin sama suporter,” tambahnya.
Sementara itu, untuk saat ini suporter dan wasit telah berdamai, dan kasus tersebut ditangani oleh pihak kepolisian.
“Mereka damai aja, udah selesai mau dari suporter atau dari wasit, karena kan yang mulai dari suporter ya jadi udah damai,” ungkap dia.(Albin)
