Bogordaily.net – Bukan anak yang diselamatkan itu yang menjadi korban.
Justru ibunya.
Novi, 44 tahun, meninggal dunia setelah berusaha menyelamatkan anaknya ketika rumah di Jalan Layung Sari IV, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, terbakar pada Jumat malam, 14 Agustus 2026.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.28 WIB.
Api diduga pertama kali muncul dari sebuah kamar. Dari situlah kepanikan bermula.
Novi sebenarnya sudah berhasil keluar dari rumah.
Namun, ia kembali masuk.
Ia melihat anaknya masih berada di dalam rumah.
Naluri seorang ibu rupanya lebih kuat daripada rasa takut terhadap api.
“Indikasi dia sudah keluar, kembali lagi karena melihat anaknya di dalam,” kata Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Theo Patricino.
Anaknya berhasil diselamatkan.
Tetapi Novi tidak.
Petugas menemukan korban setelah proses penanganan kebakaran dilakukan. Novi kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Satu keputusan dalam hitungan detik akhirnya menjadi kisah pengorbanan seorang ibu.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari kamar tempat korban berada.
Tidak ada korban jiwa lain yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, kerugian akibat kebakaran rumah di Empang Bogor tersebut diperkirakan mencapai sekitar ratusan juta.
Rumah bisa dibangun kembali.
Barang-barang bisa dibeli lagi.
Tetapi seorang ibu yang pergi demi menyelamatkan anaknya tidak akan pernah bisa digantikan.
Peristiwa kebakaran di Empang Bogor ini menjadi pengingat sederhana: ketika api muncul, keselamatan harus menjadi yang pertama. Jangan kembali masuk ke bangunan yang terbakar, kecuali dilakukan oleh petugas yang memiliki perlengkapan dan kewenangan untuk melakukan penyelamatan.***
