Bogordaily.net – Keluarga besar tim futsal MAN Model 1 Manado menyampaikan keberatan atas keputusan yang membuat tim mereka didiskualifikasi dari ajang Futsal Series Manado 2026.
Pihak sekolah menilai terdapat sejumlah hal yang perlu dijelaskan secara transparan terkait keputusan tersebut. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah keterlambatan tim saat hendak mengikuti pertandingan.
Melalui pernyataan yang beredar, pihak MAN Model 1 Manado menyebut tim terlambat sekitar 10 menit karena para pemain sedang menjalankan ibadah salat Jumat.
Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar pertanyaan dari pihak sekolah mengenai penerapan aturan pertandingan. Mereka mempertanyakan apakah aturan dalam kompetisi dapat memberikan toleransi terhadap peserta yang harus menjalankan kewajiban ibadah.
Menurut pihak MAN Model 1 Manado, keterlambatan tersebut bukan terjadi karena tim sengaja mengabaikan ketentuan pertandingan. Para pemain disebut sedang menjalankan ibadah sebelum menuju lokasi pertandingan.
Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa para pemain tidak dapat keluar dari lingkungan sekolah secara sembarangan, terlebih pada hari Jumat.
Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan ketika tim harus berangkat menuju lokasi pertandingan.
Persoalan waktu pertandingan pada hari pertama juga turut disoroti. Menurut pihak MAN Model 1 Manado, jadwal pertandingan yang telah ditentukan sebelumnya mengalami penundaan cukup lama.
Pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 disebut baru dimainkan sekitar pukul 16.00. Sementara itu, laga berikutnya yang dijadwalkan sekitar pukul 19.10 disebut baru berlangsung hingga sekitar pukul 22.00.
Pihak sekolah mempertanyakan kondisi tersebut karena adanya perubahan waktu pertandingan dinilai turut berkaitan dengan situasi yang dihadapi tim selama kompetisi.
Selain persoalan keterlambatan, MAN Model 1 Manado juga menyoroti penerapan aturan mengenai jumlah pemain dan suporter.
Pihak tim mengklaim telah hadir dengan 12 pemain untuk mengikuti pertandingan. Namun, mereka mengakui terdapat persoalan terkait jumlah suporter yang disebut tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam kompetisi.
Situasi tersebut kemudian menjadi bagian lain yang dipertanyakan pihak sekolah. Mereka ingin mengetahui secara jelas bagaimana aturan mengenai pemain dan suporter diterapkan serta bagaimana ketentuan tersebut menjadi dasar dalam keputusan terhadap tim.
Pihak MAN Model 1 Manado juga mempertanyakan adanya perbedaan informasi mengenai keputusan pertandingan.
Menurut mereka, terdapat penjelasan yang berbeda antara pihak panitia, pihak pusat, regional, hingga perangkat pertandingan mengenai pihak yang mengambil keputusan terkait diskualifikasi.
Perbedaan informasi tersebut membuat pihak sekolah meminta adanya penjelasan yang lebih jelas mengenai dasar keputusan yang diambil.
Mereka berharap pihak penyelenggara dapat memberikan informasi secara transparan sehingga tidak menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan tim maupun pendukung.
Bagi MAN Model 1 Manado, persoalan keterlambatan tersebut perlu dilihat berdasarkan konteks yang terjadi. Mereka menegaskan bahwa tim terlambat sekitar 10 menit bukan karena sengaja mengabaikan aturan, melainkan karena para pemain menjalankan ibadah salat Jumat.
Pihak sekolah juga menilai kondisi peserta perlu dipertimbangkan dalam penerapan regulasi kompetisi, terutama ketika keterlambatan berkaitan dengan pelaksanaan kewajiban ibadah.
Atas kejadian tersebut, keluarga besar tim futsal MAN Model 1 Manado meminta penjelasan yang jelas dan transparan terkait dasar keputusan diskualifikasi. Mereka berharap seluruh pihak dapat memberikan informasi yang dapat menjelaskan rangkaian kejadian secara utuh.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa tim tetap memiliki semangat untuk berkompetisi dan tidak menganggap kejadian tersebut sebagai alasan untuk menyerah.
Pernyataan penuh semangat itu kemudian ditutup dengan kalimat yang menjadi bentuk dukungan keluarga besar MAN Model 1 Manado terhadap tim mereka.
“Tidak ada yang mengalahkan MAN Model di Futsal Series 2026,” menjadi penutup pernyataan penuh semangat dari keluarga besar tim MAN Model 1 Manado.***
