Bogordaily.net – Pencarian terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang diduga hilang setelah sepeda motornya jatuh dari jembatan ke Sungai Cisadane resmi dihentikan.
Operasi pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari tersebut melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta sejumlah relawan.
Operasi SAR secara resmi ditutup pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 16.30 WIB. Penutupan dilakukan setelah proses pencarian berlangsung selama tujuh hari sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP pencarian orang hilang.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Taufik, menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi tersebut mengikuti ketentuan yang berlaku dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Saya menyambung lidah dari teman-teman Basarnas, posko penanganan orang hilang di Cipaku, Kota Bogor, setelah 7 hari pencarian sesuai SOP, kita nyatakan ditutup per hari ini,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Taufik.
ASN tersebut sebelumnya diduga hilang setelah sepeda motor yang dikendarainya terjatuh dari jembatan ke aliran Sungai Cisadane di wilayah Bogor Selatan.
Sejak laporan kejadian diterima, tim SAR gabungan melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Proses pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk menyisir sungai menggunakan perahu karet.
Dokumentasi selama operasi memperlihatkan tim SAR harus menghadapi kondisi aliran Sungai Cisadane yang cukup menantang. Arus sungai yang deras menjadi salah satu kondisi yang dihadapi petugas selama proses pencarian berlangsung.
Sungai Cisadane memang memiliki karakter aliran yang dapat berubah, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan. Kondisi tersebut membuat proses pencarian di aliran sungai membutuhkan koordinasi dan kehati-hatian dari seluruh unsur yang terlibat.
Setelah tujuh hari pencarian, korban belum ditemukan dan operasi SAR sesuai SOP akhirnya dihentikan.
Meski operasi pencarian resmi ditutup, peristiwa tersebut menjadi perhatian terkait faktor keselamatan di sekitar lokasi jembatan tempat kendaraan korban diduga terjatuh.
Fokus selanjutnya disebut akan diarahkan pada upaya evaluasi dan pencegahan agar risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.
Taufik menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk memperhatikan faktor keselamatan di area tersebut.
“Ke depan kita akan berkoordinasi dengan dinas teknis untuk memastikan faktor keselamatan di area jembatan lebih diperhatikan,”pungkasnya.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat mengenai pentingnya fasilitas keselamatan di kawasan jembatan, terutama di jalur yang berada di dekat aliran sungai.
Penerangan, pagar pengaman, kondisi jalan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya dapat menjadi bagian dari faktor yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Dengan dihentikannya operasi SAR, posko penanganan orang hilang di Cipaku, Kota Bogor, juga resmi ditutup. Proses pencarian yang telah melibatkan berbagai unsur selama tujuh hari tersebut kini dinyatakan selesai sesuai prosedur operasi SAR.***
