Bogordaily.net – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 19 Desa Cibitung Tengah menggelar seminar bertajuk “Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat melalui Pencatatan, Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan” di Pondok Pesantren Bhakti Nugraha, Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKM 19 Desa Cibitung Tengah Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor (UIB) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para pelajar, mengenai pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang baik sejak dini.
Seminar tersebut menghadirkan tiga pemateri, yaitu Dwi Wahyu Setiawan sebagai pemateri, Norma Islami, S.Ak., M.Ak. selaku Dosen Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor, serta Rendi selaku Ketua KKM 19 Desa Cibitung Tengah.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana sekaligus Ketua KKM 19 Desa Cibitung Tengah, Rendi, menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini diharapkan dapat menambah wawasan para peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan.
“Tujuan acara seminar ini adalah supaya menambah wawasan adik-adik semua terkait pengelolaan keuangan sehingga ke depannya adik-adik semua bisa mengatur keuangannya dengan tepat,” ujar Rendi.
Pada sesi pertama, Dwi Wahyu Setiawan menyampaikan materi mengenai pencatatan keuangan pribadi. Peserta diajak untuk mulai membiasakan diri mencatat setiap uang yang masuk dan keluar dalam kehidupan sehari-hari.
Pencatatan tersebut penting dilakukan agar seseorang dapat mengetahui ke mana uang yang dimiliki digunakan. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, seseorang dapat melihat kebiasaan pengeluarannya dan mengevaluasi bagian mana yang perlu dikurangi atau diperbaiki.
Kebiasaan mencatat keuangan juga dapat membantu peserta menyadari bahwa pengeluaran kecil yang dilakukan secara berulang dapat menjadi jumlah yang besar apabila tidak dikendalikan. Dengan demikian, pengelolaan keuangan dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan mengetahui kondisi keuangan pribadi secara jelas.
Materi ini juga menekankan bahwa kemampuan mengelola uang tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Dari uang saku maupun uang yang dimiliki saat ini, seseorang sudah dapat belajar mengenali pemasukan dan mengatur pengeluarannya sebagai bekal di masa depan.
Selanjutnya, Ibu Norma Islami, S.Ak., M.Ak. menyampaikan materi mengenai perencanaan keuangan untuk masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Ibu Norma menjelaskan bahwa perencanaan keuangan penting dilakukan untuk membantu seseorang menggunakan uang secara lebih terarah. Perencanaan keuangan tidak hanya diperlukan oleh orang yang telah bekerja atau memiliki penghasilan besar, tetapi juga dapat mulai diterapkan sejak masih menjadi pelajar.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menentukan tujuan keuangan, mengetahui kondisi keuangan yang dimiliki, serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan memahami prioritas, seseorang dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih bijak.
Selain itu, peserta juga diajak untuk membangun kebiasaan menabung. Menabung dapat dimulai dari nominal kecil sesuai dengan kemampuan masing-masing. Prinsip yang ditekankan dalam perencanaan keuangan adalah menyisihkan uang terlebih dahulu, bukan menunggu uang tersisa setelah seluruh pengeluaran dilakukan.
Dalam materi tersebut, peserta juga diingatkan untuk menghindari utang konsumtif dan tidak menggunakan utang sebagai cara untuk memenuhi keinginan atau gaya hidup. Peserta juga diberikan pemahaman untuk berhati-hati terhadap berbagai tawaran keuangan yang tidak jelas, terutama tawaran yang menjanjikan keuntungan besar secara cepat dan mudah.
Pada sesi terakhir, Rendi selaku Ketua KKM 19 Desa Cibitung Tengah, menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.
Dalam materinya, Rendi menjelaskan bahwa mengelola keuangan bukan hanya berkaitan dengan seberapa banyak uang yang dimiliki, melainkan bagaimana seseorang mampu menggunakan uang tersebut dengan tepat.
Peserta diajak untuk mengenali uang yang dimiliki, memahami sumbernya, serta menentukan penggunaannya berdasarkan kebutuhan dan prioritas. Selain itu, penting bagi pelajar untuk dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar tidak mudah menghabiskan uang untuk hal-hal yang sebenarnya belum diperlukan.
Rendi juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung dan menghindari gaya hidup berlebihan. Menurutnya, kebiasaan mengelola uang dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak menghabiskan seluruh uang saku, membuat prioritas sebelum membeli sesuatu, serta menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan di masa mendatang.
Dengan cara tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami cara mengatur uang, tetapi juga belajar untuk mengendalikan diri dalam mengambil keputusan.
Kegiatan seminar berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta. Salah satu pertanyaan datang dari Muh. Zain Arrofi, yang menanyakan bagaimana cara menabung ketika uang yang dimiliki masih pas-pasan.
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pembahasan menarik karena menggambarkan kondisi yang sering dialami oleh banyak pelajar. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami bahwa menabung tidak harus dimulai dari nominal yang besar.
Yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk menyisihkan uang sesuai dengan kemampuan dan melakukannya secara konsisten. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, uang yang terbatas pun tetap dapat digunakan secara lebih bijak.
Melalui kegiatan ini, KKM 19 Desa Cibitung Tengah berharap para peserta dapat mulai menerapkan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran, merencanakan penggunaan uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga membiasakan diri untuk menabung.
Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pencatatan, perencanaan, dan pengelolaan keuangan, diharapkan kebiasaan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat sejak dini.***



