Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan hingga September 2026.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, perpanjangan tersebut diberlakukan melihat tren puncak kekeringan yang diperkirakan berlangsung pada bulan September.
“Kekeringan kita hari ini melakukan perpanjangan kembali SK Tanggap Darurat untuk kekeringan. Kita juga melihat rilis dari BMKG yang melihat tren puncak musim kering belum sampai titik puncak,” kata Rudy, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Rudy, Pemkab Bogor saat ini melakukan pendistribusian air bersih di sejumlah titik di 40 Kecamatan.
“Kita pun Pemerintah Kabupaten Bogor setiap hari masih melakukan distribusi air ke 40 kecamatan yang ada. Dan di beberapa titik lokasi yang ada kita sudah menyiapkan toren-toren,” jelasnya.
Kemudian, saat ini, Pemkab Bogor juga turut membangun beberapa sumur bor untuk mengatasi kekeringan.
“Lalu kita juga sudah membangun beberapa sumur-sumur di titik-titik sumber air yang bisa kita distribusikan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Rudy.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani memastikan bahwa perpanjangan status tanggap darurat bencana kekeringan dimulai pada 2 hingga 15 September 2026.
“Rencana dari tanggal 2 – 15 September 2026,” ungkap Adam.***
Albin
