Bogordaily.net – Indonesia tengah menghadapi perubahan struktur penduduk yang ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Kondisi ini mendorong perlunya upaya untuk memastikan lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif sehingga dapat terus berperan dalam keluarga maupun masyarakat. Merespons kondisi tersebut, LPA2I IPB melalui program Dosen Pulang Kampung 2026 berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia, (FISEMA) IPB menyelenggarakan Sekolah Lansia Berdaya (SELADA) IPB 2026 di Posyandu Lansia Matahari, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Program yang dilaksanakan selama enam minggu ini menjadi ruang pembelajaran bagi lansia untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, proporsi penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 11,93 persen, sementara di Kota Bogor mencapai 11,67 persen atau sekitar 126.529 jiwa. Peningkatan jumlah lansia tersebut tidak hanya berdampak pada kebutuhan pelayanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam aspek ekonomi, psikologis, sosial, dan kehidupan keluarga.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini merespons kondisi Indonesia yang tengah menghadapi ageing population. Dengan semakin meningkatnya jumlah lansia, tentunya kita perlu memastikan agar lansia sehat, mandiri, dan produktif. Melalui SELADA IPB, kami ingin turut mewujudkan lansia yang sehat secara fisik dan mental, mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta tetap produktif dan berdaya di keluarga maupun masyarakat,” ujar Dr. Tin Herawati, SP., M.Si., Ketua Dosen Pulang Kampung SELADA IPB 2026.
Selama enam minggu pelaksanaan, peserta mendapatkan satu materi pada setiap pertemuan yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan lansia. Rangkaian kegiatan diawali dengan materi Gizi dan Kesehatan Lansia oleh dr. Aisyah Amanda Hanif, M.Sc. Materi ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai pemenuhan kebutuhan gizi serta kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh di usia lanjut.
Pembelajaran berikutnya membahas Manajemen Stres pada Lansia yang disampaikan oleh Dr. Ir. Melly Latifah, M.Si. Peserta diajak mengenali berbagai situasi yang dapat memicu stres serta mempelajari cara mengelolanya dalam kehidupan sehari-hari sehingga lansia memiliki kesehatan mental yang baik.
Aspek hubungan sosial dan keluarga menjadi fokus pada materi Komunikasi Keluarga Lansia yang disampaikan oleh Dr. Susri Adeni, S.Sos., M.A. Melalui materi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan positif agar hubungan antara lansia dan anggota keluarga dapat terjalin dengan baik.
SELADA IPB juga membahas aspek ekonomi melalui materi Mengelola Keuangan Keluarga pada Lansia yang disampaikan oleh Dr. Ir. Istiqlaliyah Muflikhati, M.Si. Materi ini membantu peserta memahami cara mengatur sumber daya keuangan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga. Pembahasan tersebut menjadi relevan karena sebagian lansia mengalami keterbatasan pendapatan atau sudah tidak lagi aktif secara ekonomi, sehingga kemampuan menentukan prioritas pengeluaran menjadi penting dalam menjaga kesejahteraan keluarga.
Rangkaian pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan materi Implementasi Delapan Fungsi Keluarga pada Lansia yang disampaikan oleh Dr. Tin Herawati, SP., M.Si. Materi ini membahas peran lansia dalam menjalankan delapan fungsi keluarga, serta bagaimana fungsi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lansia menjadi lebih sehat dan bahagia.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti pelatihan keterampilan untuk ekonomi produktif lansia melalui praktik menanam berbagai jenis sayuran. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk melatih kemandirian lansia melalui aktivitas produktif yang sederhana dan dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, SELADA IPB 2026 menjadi wadah bagi lansia untuk memperoleh pengetahuan, berbagi pengalaman, dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kehidupan mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas lansia dalam menghadapi berbagai perubahan yang muncul pada tahap kehidupan lanjut usia, sekaligus mendorong lansia untuk tetap sehat, mandiri dan produktif.***
