HomeHiburanTahlilan di Lamongan Viral, Jemaah Dapat Berkat dan Kipas Angin

Tahlilan di Lamongan Viral, Jemaah Dapat Berkat dan Kipas Angin

Bogordaily.net – Tahlilan biasanya identik dengan sajian nasi berkat yang dibawa pulang jemaah. Namun, acara doa bersama di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, justru menghadirkan pemandangan yang berbeda.

Viral tahlilan di Lamongan terjadi setelah sebuah video memperlihatkan ratusan jemaah pulang membawa buah tangan yang tidak biasa: satu unit kipas angin berdiri.

Acara tersebut digelar di kediaman Hj. Norwati atau yang akrab disapa Umi, warga Kota Lamongan, pada Jumat (18/9/2026). Video suasana tahlilan itu kemudian diunggah akun TikTok @nunuelcidi dan menjadi perhatian warganet.

Sekitar 500 jemaah disebut hadir dalam acara tahlilan dan doa bersama tersebut. Mereka tidak hanya mendapat hidangan, tetapi juga berkat dalam jumlah yang cukup lengkap.

Sejak datang, para tamu disuguhi snack box berisi aneka kue dan buah segar. Setelah itu tersedia nasi campur dengan lauk pauk lengkap, kemudian ditutup dengan es podeng sebagai hidangan pencuci mulut.

Namun, yang membuat acara tersebut berbeda terjadi setelah doa bersama selesai.

Para jemaah menerima kotak berkat berbahan plastik tebal berukuran besar. Isinya bukan sekadar makanan untuk dibawa pulang.

Setiap jemaah juga mendapatkan satu kipas angin berdiri berukuran besar yang masih terbungkus plastik.

Viral tahlilan di Lamongan itu pun semakin menarik perhatian karena pemandangan para jemaah saat meninggalkan lokasi.

Ada warga yang berjalan kaki sambil membawa kipas angin. Ada pula yang membonceng sepeda motor dengan kipas angin dan kotak berkat di tangan.

Dalam video tersebut, suasana acara disebut sebagai tahlilan ala “orang have”, istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang berada atau kaya.

“Sultan Lamongan iki, rek! Tahlilannya beda dari yang lain,” ujar akun @nunuelcidi dalam video yang dikutip Senin (21/9/2026).

Viral tahlilan di Lamongan tersebut kemudian ramai dibicarakan di media sosial. Perhatian warganet terutama tertuju pada cara keluarga tuan rumah berbagi kepada ratusan warga yang hadir.

Di luar kemeriahan acaranya, momen tersebut juga memperlihatkan tradisi tahlilan yang masih menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Makanan, berkat, hingga buah tangan menjadi cara tuan rumah berbagi kebahagiaan dengan warga yang datang.

Kipas angin yang dibawa pulang para jemaah akhirnya menjadi bagian paling mencolok dari acara tersebut. Bukan hanya karena ukurannya, tetapi juga karena jumlahnya yang dibagikan kepada para tamu.

Pemandangan puluhan warga pulang sambil membawa kipas angin pun membuat tahlilan di Lamongan kali ini berbeda dari acara doa bersama pada umumnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here