Bogordaily.net-Dua warisan Indonesia dengan perjalanan panjang bertemu di satu tempat. Kebun Raya Bogor, yang telah menjadi bagian penting dari sejarah ilmu pengetahuan, konservasi, dan botani Indonesia sejak didirikan pada 1817, kini menjadi tempat berlangsungnya Festival Pencak Silat Seni Kebun Raya Bogor Cup IV 2026.
Selama tiga hari, 25–27 September 2026, ratusan pesilat dari berbagai perguruan pencak silat seni tradisi akan hadir di Kebun Raya Bogor untuk berkompetisi sekaligus memperlihatkan keberlanjutan sebuah tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.
Mengangkat tema “Pencak Silat untuk Memperkuat Martabat Bangsa”, kejuaraan ini diikuti perguruan pencak silat dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memelihara dan mengembangkan pencak silat seni tradisi sekaligus memperkuat persaudaraan antarpesilat dan perguruan.
Ketika Dua Warisan Bertemu Kebun Raya Bogor memiliki perjalanan sejarah yang panjang.
Didirikan pada 18 Mei 1817, Kebun Raya Bogor berkembang menjadi salah satu pusat penting penelitian, pendidikan, eksplorasi, dan konservasi tumbuhan di Indonesia.
Literatur BRIN mencatat bahwa sejak awal pendiriannya, Kebun Raya Bogor berperan dalam pengembangan pengetahuan botani dan pengumpulan tumbuhan dari berbagai wilayah Nusantara.
Kini, lebih dari dua abad kemudian, perjalanan tersebut terus berkembang. Kebun Raya tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas yang berkaitan dengan konservasi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia dalam berbagai bentuk.
Salah satunya adalah pencak silat,
pencak silat sendiri telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2019.
Pengakuan tersebut memperkuat posisi pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai penting untuk terus dipelihara dan diwariskan.
Pertemuan antara Kebun Raya dan pencak silat dalam satu kegiatan menghadirkan pesan bahwa pelestarian Indonesia tidak hanya berbicara mengenai alam, tetapi juga mengenai budaya, pengetahuan, nilai, dan tradisi yang hidup di masyarakat.
Dari Generasi ke Generasi Festival Pencak Silat Seni Kebun Raya Bogor Cup IV 2026 tidak hanya mempertemukan atlet dalam satu kompetisi.
Struktur peserta yang mencakup berbagai kelompok usia menunjukkan adanya ruang regenerasi yang luas. Kategori peserta mencakup pra usia dini, usia dini, pra remaja, remaja, dewasa, pembina, hingga sesepuh.
Sementara kategori penampilan meliputi tunggal, ganda, regu, dan cerita pencak silat.
Dengan demikian, arena kejuaraan menjadi ruang pertemuan antargenerasi.
Pesilat muda dapat melihat langsung tradisi yang dijalankan para senior, sementara generasi yang lebih tua memiliki kesempatan untuk meneruskan pengetahuan dan nilai kepada generasi berikutnya.
“Pencak silat memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan bertanding. Di dalamnya ada disiplin, penghormatan, persaudaraan, sportivitas, dan karakter. Nilai-nilai seperti ini yang penting untuk terus diwariskan,” kata Ketua panitia penyelenggara Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Cup IV
Semangat tersebut juga tercermin dalam Prasetya Pesilat Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Di dalamnya terdapat penekanan terhadap persaudaraan dan persatuan, kecintaan terhadap bangsa dan tanah air, serta nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan.
Kebun Raya sebagai Ruang Pertemuan Pengetahuan dan Budaya Sebagai institusi yang menjalankan fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan, Kebun Raya memiliki ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai pengetahuan mengenai Indonesia.
Dalam konteks itu, kegiatan kebudayaan seperti pencak silat dapat menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berada di Kebun Raya.
Kejuaraan ini juga memperlihatkan bahwa ruang dengan nilai sejarah dapat terus memiliki relevansi dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Lanskap Kebun Raya menjadi latar bagi generasi muda untuk mengenal salah satu warisan budaya Indonesia secara langsung.
Rangkaian pembukaan kejuaraan dijadwalkan menghadirkan lebih dari 400 pesilat, demonstrasi pencak silat seni tradisi, serta penampilan para tokoh pencak silat Jawa Barat.
Bagi PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku mitra pengelolaan pelayanan publik Kebun Raya Bogor, merasa terhormat bahwa lokasi Kebun Raya Bogor dipilih untuk menjalan kegiatan tersebut, dimana kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan aktivitas yang memiliki nilai edukasi, budaya, dan keterlibatan masyarakat di kawasan Kebun Raya.
Melalui Festival Pencak Silat Seni Kebun Raya Bogor Cup IV 2026, tradisi tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga dipraktikkan dan diwariskan.
Di tengah pepohonan dan lanskap bersejarah Kebun Raya Bogor, gerak pencak silat menjadi pengingat bahwa warisan Indonesia akan terus hidup ketika ada generasi yang mempelajarinya, ada ruang yang memberinya tempat, dan ada masyarakat yang ikut menjaganya.***
Muhammad Irfan Ramadan
