Bogordaily.net — Ali Rizky terpilih sebagai Ketua KAMMI Komisariat Al-Hidayah Bogor periode 2026/2027 dalam Musyawarah 2 KAMMI Komisariat Al-Hidayah yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) di Gedung B Kampus Institut Agama Islam (IAI) Al-Hidayah Bogor.
Musyawarah tersebut menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus ruang evaluasi dan perumusan arah gerakan KAMMI Komisariat Al-Hidayah untuk satu periode ke depan.
Terpilihnya Ali Rizky diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat solidaritas kader, serta mendorong KAMMI Al-Hidayah agar semakin aktif dalam merespons berbagai persoalan mahasiswa dan masyarakat.
Kepemimpinan periode 2026/2027 juga diharapkan tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi mampu menghadirkan program dan gerakan yang memiliki dampak nyata. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat memiliki ruang strategis untuk berkontribusi melalui kegiatan pendidikan, sosial, pengabdian masyarakat, pengembangan kapasitas pemuda, serta berbagai bentuk kegiatan intelektual dan kemahasiswaan.
Selain kontribusi sosial, penguatan kaderisasi menjadi salah satu agenda penting yang perlu mendapat perhatian. Proses kaderisasi diharapkan mampu membentuk kader yang memiliki kapasitas intelektual, integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan berkolaborasi dengan berbagai elemen.
KAMMI Komisariat Al-Hidayah juga diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun tradisi intelektual dan kepemimpinan yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan organisasi mahasiswa, civitas akademika, serta berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting untuk memperluas ruang kontribusi kader.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, KAMMI Komisariat Al-Hidayah Bogor diharapkan mampu melanjutkan proses kaderisasi secara konsisten dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang produktif, solutif, serta relevan dengan kebutuhan zaman.
Pergantian kepemimpinan melalui Musyawarah 2 ini sekaligus menjadi awal bagi Ali Rizky bersama seluruh kader untuk membangun satu periode kepengurusan yang berorientasi pada penguatan kaderisasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata mahasiswa bagi kampus, masyarakat, umat, dan bangsa.***
