Bogordaily.net – SDN Tajur 06, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terbakar pada Minggu 27 September 2026 malam.
Adapun, kebakaran tersebut mengakibatkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat.
Salah satu guru SDN Tajur 06 Citeureup, Dian Setyaningrum mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Dugaan sementara, api muncul akibat korsleting listrik yang dipicu air hujan.
“Kronologi dugaan sementara korsleting listrik dari air hujan kejadiannya pukul 22.30 WIB,” kata Dian, Senin 28 September 2026.
Menurut dia, kebakaran berdampak pada tiga ruang kelas, yakni ruang kelas 5, ruang kelas 6, serta satu ruang kelas kosong. Ketiganya mengalami kerusakan berat.
Selain ruang kelas, tiga pintu dan 10 jendela kaca juga mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas sekolah turut terdampak.
Kemudian, sebanyak 26 pasang meja dan kursi siswa serta dua meja guru mengalami rusak sedang.
Sementara empat kipas angin, dua papan tulis, dua rak sepatu, dua jam dinding, dan satu galon air mengalami rusak berat.
Dokumen administrasi sekolah juga ikut terbakar. Di antaranya dua buku absensi siswa dan dua buku nilai.
Ratusan buku pelajaran dan bahan ajar siswa kelas 5 dan kelas 6 juga tidak dapat digunakan kembali. Buku yang terbakar meliputi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, IPAS, Bahasa Sunda, Bahasa Inggris, Modul PJOK, Seni Rupa, serta 33 buah atlas.
Kendati begitu, Dian menyebut kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
“Total kerugian sekitar 100 jtan,” ujar dia.
Kebakaran ini juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Keterbatasan ruang kelas membuat aktivitas siswa menjadi sedikit terhambat.
“Dampak ke anak-anak sekolah menjadi sedikit terhambat dikarenakan kurangnya ruang kelas, anak-anak masih berjalan normal, kelas yang kebakaran pindah ke siang soalnya lagi UTS” ujar dia.
Sementara itu, pihak sekolah berharap pemerintah segera membantu perbaikan ruang kelas dan fasilitas yang terbakar. Pengadaan kembali buku pelajaran, dokumen administrasi, serta sarana belajar juga dibutuhkan agar kegiatan belajar siswa tidak terlalu lama terganggu.***
Albin
