Bogordaily.net – Memperingati World Alzheimer Month, RUKUN Senior Care berkolaborasi dengan Alzheimer Indonesia (ALZI) Chapter Bogor menggelar Community Gathering bertajuk “Langkah Bersama, Kenali Demensia”.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom RUKUN Resort, Kawasan Darmawan Park, Sentul, Bogor, tersebut didukung oleh RS Siloam dan Lifree, menjadi ruang edukasi sekaligus aktivitas komunitas yang mengajak para senior, keluarga, caregiver, dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai demensia.
Rangkaian kegiatan dikemas melalui berbagai aktivitas, mulai dari Fun Walk, Education, Brain Gym, hingga Art Activities. Selain memberikan informasi mengenai demensia, kegiatan tersebut juga mendorong para senior untuk tetap aktif, berinteraksi, dan menjalani proses penuaan secara sehat serta bermakna.
CEO PT RUKUN Sahabat Senior, Emir Fachry, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap senior, khususnya dalam menghadapi isu demensia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengenali demensia sekaligus membangun lingkungan yang mendukung para senior agar tetap aktif, terhubung, dan memiliki kehidupan yang bermakna,” ujar Emir, Selasa 29 September 2026.
Menurutnya, pendekatan terhadap kehidupan senior tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga aktivitas sosial, edukasi, kreativitas, dan keterlibatan dalam komunitas.
Demensia Bukan Bagian Normal dari Penuaan
Dalam sesi edukasi, Head of Division Dementia Support Solution, dr. Ibnu Syifa, MKK, menekankan pentingnya keluarga memahami perubahan yang dialami senior dan tidak serta-merta menganggapnya sebagai bagian normal dari proses penuaan.
“Hal pertama yang perlu diketahui keluarga adalah bahwa demensia bukan bagian normal dari proses penuaan. Jadi, ketika ada perubahan seperti mudah lupa, bingung, sulit melakukan aktivitas sehari-hari, perubahan perilaku, atau kesulitan berkomunikasi, sebaiknya jangan langsung dianggap sebagai ‘itu sih hal wajar karena sudah tua’,” jelas dr. Ibnu.
Ia menambahkan, ketika seseorang telah mendapatkan diagnosis demensia, keluarga perlu memahami bahwa kondisi tersebut bersifat progresif dan saat ini belum dapat disembuhkan. Meski demikian, gejala dan kualitas hidup tetap dapat dikelola melalui dukungan keluarga, aktivitas, lingkungan yang aman, nutrisi, serta interaksi sosial.
“Karena itu, dukungan keluarga, aktivitas, lingkungan yang aman, nutrisi, serta interaksi sosial menjadi bagian penting dalam perawatan,” katanya.
Dr. Ibnu juga menilai seseorang dengan demensia tetap dapat menjalani aktivitas sesuai kondisi dan tahap demensianya. Menurutnya, aktivitas sosial dan fisik justru perlu tetap dipertahankan agar seseorang tidak hanya berdiam diri di rumah.
“Kegiatan seperti berinteraksi dengan orang lain, olahraga ringan, bermain, bernyanyi, berkegiatan seni, berkebun, atau melakukan aktivitas yang dapat membantu mempertahankan kebugaran fisik, stimulasi kognitif dan interaksi sosial,” ujarnya.
“Demensia bukan berarti seseorang berhenti menjalani kehidupan. Kita membantu mereka tetap aktif, tetap terlibat, dan tetap memiliki kualitas hidup yang optimal,” lanjutnya.
ALZI Dorong Keluarga Tetap Libatkan ODD dalam Aktivitas Bermakna
Sementara itu, Korwil Alzheimer’s Indonesia (ALZI) Chapter Bogor, Nahayati Yuniar, SH, mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam mendampingi orang dengan demensia (ODD), termasuk membantu mereka tetap menjalani kegiatan yang bermakna.
“Peran ALZI terhadap keluarga senior yang terkena demensia adalah membantu menguatkan peran keluarga sebagai caregiver dan membantu keluarga untuk tetap membuat ODD (orang dengan demensia) dapat tetap berkegiatan yang bermakna guna meningkatkan kualitas hidup orang dengan demensia dan family caregiver-nya,” kata Nahayati.
Menurut Nahayati, kegiatan yang dilakukan senior tidak harus selalu bersifat fisik. Aktivitas yang memberikan makna dan melibatkan interaksi dapat menjadi bagian dari keseharian mereka.
“Aktivitas yang disarankan untuk senior guna memperlambat progresi potensi demensia adalah dengan melakukan kegiatan bermakna. Aktivitas fisik seperti olahraga, menari, bernyanyi, berkebun, juga aktivitas nonfisik seperti membaca, mengisi teka-teki silang, atau kegiatan sosial seperti reuni serta melakukan kegiatan spiritual,” jelasnya.
Dorong Senior Tetap Aktif dan Terhubung
Selain menghadirkan edukasi dari tenaga profesional dan komunitas Alzheimer, kegiatan “Langkah Bersama, Kenali Demensia” juga mengajak peserta mengikuti aktivitas fisik dan kreatif.
Fun Walk dan Brain Gym menjadi bagian dari aktivitas yang mendorong kebugaran dan stimulasi, sementara kegiatan seni memberikan ruang bagi peserta untuk tetap berkarya dan berinteraksi.
Melalui konsep community gathering, RUKUN Senior Care bersama ALZI Chapter Bogor menempatkan kesehatan, edukasi, aktivitas sosial, dan kreativitas sebagai bagian yang saling melengkapi dalam mendukung kualitas hidup senior.
Pesan “Langkah Bersama, Kenali Demensia” pun tidak hanya diarahkan pada upaya memahami kondisi tersebut, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli, mendukung, dan inklusif bagi senior serta keluarganya.
Kolaborasi RUKUN Senior Care dan ALZI Chapter Bogor diharapkan dapat memperluas kesadaran masyarakat mengenai demensia sekaligus mendorong kehidupan senior yang tetap aktif, mandiri, terhubung dengan lingkungan, dan bermakna.
RUKUN Senior Living juga memiliki berbagai layanan dan kegiatan yang dirancang untuk membantu menekan progresi potensi demensia dengan mengacu pada empat dimensi wellness. Sementara itu, RUKUN Senior Care dapat menjadi salah satu solusi bagi keluarga yang membutuhkan tempat yang nyaman dan profesional dalam mendampingi senior dengan demensia.***
Albin
