Bogordaily.net – Kickboxing internasional di Bogor kembali membuka cerita baru tentang bagaimana olahraga bisa bergerak lebih jauh dari sekadar pertandingan.
Sebanyak 160 fighter dijadwalkan ambil bagian dalam turnamen kickboxing internasional hasil kolaborasi International Sports Kickboxing Association (ISKA) Indonesia dan AIRA PRO.
Pertandingan akan digelar di NAKO ARENA, sport hub di Kota Bogor yang mengusung konsep fasilitas olahraga terintegrasi.
Bagi Bogor, ini bukan sekadar soal siapa menang dan siapa kalah di atas arena.
Ada ratusan orang yang datang. Fighter, official, wasit, pendamping, hingga tim pendukung. Mereka tidak hanya membutuhkan arena pertandingan, tetapi juga tempat menginap, makan, transportasi dan berbagai kebutuhan selama berada di Kota Hujan.
Di situlah olahraga mulai bersentuhan langsung dengan ekonomi lokal.
Kickboxing internasional di Bogor juga mendapat dukungan dari IPB International Convention Center & Hotel (IICCH) yang berada di kawasan Mal Botani Square.
Pihak hotel menyiapkan 11 kamar khusus bagi official dan wasit selama kejuaraan berlangsung.
General Manager IPB International Convention Center & Hotel, Rio Rogers, melihat gelaran olahraga seperti ini sebagai peluang bagi industri perhotelan untuk meningkatkan tingkat hunian.
“Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari pionir event sports combat ISKA di Kota Bogor ini. Industri perhotelan sangat membutuhkan event kreatif seperti ini untuk meningkatkan occupancy rate,” ujar Rio dalam keterangannya, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Rio, para peserta dan pengisi acara diwajibkan menetap di Bogor setidaknya selama tiga hari.
Artinya, dampak ekonominya tidak berhenti di kamar hotel.
Mereka membutuhkan makanan. Memerlukan kendaraan. Berbelanja. Mengunjungi tempat tertentu. Dan tentu saja mengeluarkan uang di berbagai titik selama berada di Bogor.
“Peserta dan pengisi acara wajib menetap di Bogor selama minimal tiga hari. Dampak ekonominya tentu akan luar biasa bagi industri kami,” katanya.
Inilah wajah lain dari sport tourism.
Satu pertandingan bisa menggerakkan banyak sektor sekaligus.
Hotel mendapat tamu. Restoran mendapat pelanggan. Transportasi mendapat penumpang. Pedagang mendapat pembeli. Pelaku UMKM ikut mendapatkan peluang.
President ISKA, Coach Mustadi, juga memberikan apresiasi terhadap dukungan berbagai elemen di Kota Bogor.
Menurut dia, kekompakan pemerintah daerah, TNI, Polri, media hingga pelaku usaha menjadi modal penting untuk menyukseskan penyelenggaraan event.
“Saya sangat kagum dengan keguyuban seluruh pemangku kepentingan di Kota Bogor, mulai dari Pemerintah, institusi TNI dan Polri, rekan-rekan media, hingga para pengusaha yang bahu-membahu mendukung acara ini, baik secara materi maupun non-materi,” ujar Mustadi.
Ia mengaku sudah membawa event ISKA ke sejumlah daerah.
Namun, atmosfer yang dirasakannya di Bogor disebut berbeda.
“Saya sudah menggelar event ISKA di banyak kota, tetapi baru kali ini saya merasakan aura positif yang luar biasa seperti di Kota Bogor,” katanya.
Sementara itu, CEO AIRA PRO Ridwan Adi Nugraha mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya.
Konsep event olahraga yang digarap kali ini terbilang baru bagi AIRA PRO.
“Ini adalah sesuatu yang baru bagi kami, sehingga menghadirkan tantangan yang penuh adrenalin,” ujar Ridwan.
Persiapan pun terus dilakukan.
Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai 160 fighter.
“Hingga saat ini, jumlah peserta sudah menembus 160 fighter. Kami berharap dan berdoa agar seluruh rangkaian acara dapat dilancarkan dan berjalan sukses,” tambahnya.
Kickboxing internasional di Bogor akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertarungan olahraga.
Ada peluang untuk membangun ekosistem baru.
Bogor selama ini dikenal dengan wisata alam, kuliner dan udara sejuknya. Kini, olahraga bisa menjadi pintu masuk lain untuk mendatangkan orang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.
Jika model seperti ini terus dikembangkan, pertandingan olahraga tidak lagi hanya dihitung dari jumlah penonton di tribun.
Tetapi juga dari berapa banyak kamar hotel yang terisi, berapa banyak warung yang mendapat pelanggan, berapa banyak kendaraan yang bergerak, dan berapa banyak uang yang berputar di kota.
Itulah mengapa 160 fighter yang datang ke Bogor bisa berarti jauh lebih besar daripada angka 160.
Mereka membawa pertandingan. Tetapi sekaligus membawa pergerakan ekonomi.***
