Bogordaily.net – Upaya percepatan pembangunan sarana pendidikan keagamaan terus didorong melalui pemanfaatan inovasi teknologi tepat guna. Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas YARSI melaksanakan program pemberdayaan bertajuk “Digitalisasi Filantropi: Pengembangan Platform Crowdfunding Berbasis Web untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren Tahfidz Qur’an Misbahul Minhaj” yang berlokasi di Kampung Calincing Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pesantren Tahfidz Qur’an Misbahul Minhaj merupakan lembaga pendidikan rintisan yang memfokuskan kegiatannya pada pencetakan generasi penghafal Al-Qur’an. Meskipun telah memiliki legalitas resmi dan lahan wakaf, proses konstruksi fisik asrama, ruang kelas, dan sanitasi santri kerap mengalami kendala akibat ketergantungan pada metode donasi konvensional dari lingkaran terbatas. Ketiadaan sistem pencatatan donasi publik yang transparan dan berskala luas menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh pengurus pesantren.
Merespons kendala tersebut, tim pengabdian Universitas YARSI yang diketuai oleh Dr. Mubarik Ahmad, S.Kom., M.Kom., beranggotakan Drs. Suhaeri, MT., Hendra Wicaksono, S.Hum., M.IP., serta melibatkan mahasiswa Teknik Informatika (Muhammad Ilham Syah, Achmad Adrian Firmansyah, dan Noval Aditya Sadik), merancang dan meluncurkan platform penggalangan dana (crowdfunding) mandiri berbasis web.
Fitur Unggulan Platform Digital
Platform digital ini dikembangkan khusus dengan mengintegrasikan sejumlah fitur unggulan, antara lain:
● Visualisasi Pembangunan & Site Plan Digital: Menyajikan rancangan fasilitas gedung pesantren, galeri perkembangan konstruksi, dan narasi program secara interaktif.
● Sistem Pembayaran Multi-Kanal: Memfasilitasi kemudahan donatur dalam menyalurkan sedekah dan wakaf secara otomatis melalui QRIS, Virtual Account bank nasional, dan dompet digital (e-wallet).
● Dasbor Transparansi Real-Time: Menampilkan persentase dana terhimpun dan laporan rekapitulasi dana masuk secara terbuka guna membangun kepercayaan publik (public trust).
Ketua Tim Pengabdian Universitas YARSI, Dr. Mubarik Ahmad, M.Kom., menjelaskan bahwa platform ini dirancang untuk mengubah paradigma penggalangan dana pesantren dari pola konvensional menuju ekosistem filantropi modern yang akuntabel.
“Melalui platform crowdfunding ini, kami ingin memberikan solusi hulu-hilir bagi pesantren rintisan. Di sisi hulu, jangkauan syiar donasi dapat menembus batas geografis. Sementara di sisi hilir, transparansi laporan dapat diakses langsung oleh masyarakat luas sehingga melahirkan modal sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.
Pelatihan dan Evaluasi Pengguna
Sebagai bagian integral dari program, tim pengabdian juga menyelenggarakan workshop dan pendampingan intensif pada Senin, 5 Oktober 2026. Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang peserta dari kalangan pengurus harian dan staf pesantren. Materi workshop mencakup tata cara pengelolaan konten situs web, pembaruan progres pembangunan, administrasi pangkalan data donatur, serta etika pelaporan pertanggungjawaban donasi publik.
Pimpinan Pesantren Tahfidz Qur’an Misbahul Minhaj menyambut baik realisasi program ini. Keberadaan platform digital mandiri dan pembekalan tata kelola donasi dinilai membuka optimisme baru bagi kelanjutan penyelesaian pembangunan fisik fasilitas santri, sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagai wirausaha sosial.
Program pengabdian masyarakat ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).***



