Bogordaily.net – Ada yang janggal di sebuah kantor yang mestinya mengurus pelayanan pemenuhan gizi. Di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor di Jl. Destarata IV No.5, RT.01/RW.16, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terekam dalam video seorang pria terlihat mengenakan kaos oblong compang camping, nyaris telanjang dada. Pemuda itu meraung-raung menahan rasa sakit dari sabetan sesuatu yang menyerupai sabuk.
Tindakan keji itu terjadi saat di dalam ruangan dengan pintu jeruji besi. Kaos oblong yang dikenakannya sudah compang-camping. Punggungnya menjadi sasaran cambukan berkali-kali.
“Ampuuun…..ampuuuun. Sakiiit,” ujar korbar merintih kesakitan.
Suara hardikan terdengar menggelegar di dalam ruangan seukuran sel tanahan. Cambukan berubi-tubi, membuat korban tak henti-hentinya mengerang kesakitan. Sabuk yang dilecutkan tepat mendarat di kulit punggung yang tipis. Menyabet permukaan kulit punggung korban berulangkali.
Adegan itu bukan sekadar cerita dari mulut ke mulut. Aksi tersebut terekam kamera. Rekaman memperlihatkan detik-detik seorang pria dicambuk dalam ruangan yang pintunya menyerupai sel penjara. Di bagian lain, sejumlah pegawai terlihat menyaksikan kejadian tersebut. Mereka tampak tidak berusaha melerai aksi kekerasan tersebut.

Sulit membayangkan tindakan hukuman disiplin dilakukan dengan cara seperti itu. Apalagi jika benar pencambukan tersebut merupakan bentuk hukuman atas kesalahan seorang pegawai.
Sumber Bogordaily menyebutkan, aksi itu merupakan bagian dari sanksi atas kesalahan yang terjadi di lingkungan KPPG Bogor. Namun, apa persisnya kesalahan yang dimaksud, siapa yang memberikan perintah, dan apakah tindakan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan resmi, belum jelas.
“Ada penganiayaan berupa pencambukan di kantor KPPG Bogor. Kalaupun ada kesalahan harusnya diselesaikan sesuai aturan jangan dicambuk seperti itu,” ujar sumber tersebut sambil memperlihatkan rekaman penganiayaan itu.
Sebab, disiplin dan kekerasan adalah dua hal yang berbeda. Kesalahan dalam pekerjaan semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang jelas, bukan dengan tindakan yang berpotensi merendahkan martabat dan membahayakan seseorang.
KPPG Bogor sendiri memiliki wilayah kerja yang luas. Cakupannya meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Depok, hingga Kabupaten Purwakarta.
Dengan cakupan wilayah seperti itu, pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di kantor tersebut tentu tidak bisa dianggap sepele.
Kejadian ini juga menyisakan pertanyaan lain. Apakah tindakan tersebut merupakan keputusan pribadi seseorang, praktik kekerasan tersebut diduga kuat merupakan bagian dari mekanisme internal yang selama ini berjalan.
“Kejadian tersebut sudah selayaknya diseret ke ranah hukum,” ujar sumber.
Sementara itu, Kepala KPPG Bogor Haidir belum memberikan konfirmasi atas dugaan penganiayaan pencambukan tersebut.
Telepon genggamnya tidak merespon saat dihubungi wartawan Bogordaily.net. Pesan singkat yang dikirimpun belum dibalas.***
Mfik

