Bogordaily.net – Eiger Nature sebagai destinasi ekowisata yang memadukan petualangan, edukasi, dan pelestarian alam segera dibuka untuk publik pada 2 November mendatang.
Adapun, kawasan Eiger Nature menghadirkan sejumlah fasilitas berbasis alam, di antaranya suspension bridge sepanjang 530 meter, Nature Walk, Forest Camp dan berbagai fasilitas lainya.
Beberapa fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman petualangan sekaligus membuka kesempatan bagi pengunjung untuk lebih dekat dengan lingkungan.
Dari sisi konservasi, pengelola menyampaikan komitmen penanaman lebih dari 120.000 pohon serta delapan juta semak dan tanaman penutup tanah.
Program 1 Ticket = 1 Tree juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan aktivitas kunjungan wisata dengan kegiatan pemulihan lingkungan.
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa alam merupakan aset utama yang menjadi fondasi pengembangan EIGER Nature.
Karena itu, destinasi ini tidak hanya mengajak pengunjung menikmati keindahan alam, tetapi juga membangun kepedulian untuk menjaganya.
“Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya
datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya,” kata Imanuel Wirajaya.
“Kami juga berharap apa yang kami bangun di Megamendung ini dapat menjadi berkat bagi alam, budaya, dan manusia yang hidup di atasnya,” tambahnya.
Ia berharap, EIGER Nature dapat menghadirkan pengalaman petualangan bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam, budaya, dan Indonesia.
Kemudian, Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, menyampaikan bahwa pengembangan EIGER Nature merupakan bagian dari upaya EIGER untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.
“Selama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai
kekayaan yang kita miliki. Sebab, warisan terbaik bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujar Ronny.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengapresiasi dedikasi tim EIGER Nature selama kurang lebih lima tahun dalam membangun dan mengembangkan destinasi ini.
Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan
kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan wisatawan, dan pelestarian alam.
“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” ungkap Widiyanti.***
Albin

